Ada wancana pejabat di Tomohon kenakan baju adat saat berdinas

2 mins read
Musyawarah adat minahasa
Dalam Musyawarah majelis adat, Ringkuangan mengatakan jika telah diwacanakan penggunaan baju adat terhadap pejabat Tomohon ketika melaksanakan tugas kedinasan. (Foto dari KanalMetro.com)

ZONAUTARA.com – Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Tomohon Jimmy Ringkuangan mengatakan bahwa Pemkot Tomohon telah mewacanakan seluruh pejabat di linkup kerja mereka akan mengenakan baju adat saat sedang melaksanakan tugas kedinasan.

Hal itu disampaikan oleh Jimmy saat menghadiri Musyawarah Adat Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Pakasaan Tombulu, Jumat (23/4/2021).

“Akan diatur harinya dan akan dikoordinasikan dengan Walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut,” kata Jimmy.

Jimmy juga berharap musyawarah adat itu bisa terus melanjutkan kiprahnya sebagai lembaga pemersatu masyarakat melalui pelestarian adat istiadat Minahasa di Kota Tomohon. Sekaligus merangkul semua organisasi adat yang ada di Kota Tomohon demi kemajuan serta pemberdayaan adat istiadat dan budaya yang telah mengakar dalam masyarakat.

Baca Pula:  Apresiasi kehadiran P2MT, Lumentut sebut Kota Tomohon kian maju

“Perlu dipahami bahwa sekarang kita berada di dunia modern yang telah mengakibatkan pergeseran adat dan budaya akibat kemajuan teknologi komunikasi serta pengaruh dari luar daerah,” kata Jimmy.

Sehingga saat ini ini membutuhkan kepedulian bersama agar pelestarian adat dan budaya tetap terpatri dalam individu dan kehidupan masyarakat.  

Pelestarian adat dan budaya itu juga bertujuan menjaga jati diri agar tidak tersesat dan tergerus kehidupan modern. Karena adat dan budaya Minahasa merupakan warisan leluhur yang patut ditumbuhkembangkan dan dilestarikan. Salah satunya dengan mengatur soal penggunaan baju adat di kalangan pejabat Tomohon sebagai contoh kepada masyarakat.

Baca Pula:  Pemkot Tomohon gelar Assesment Test

“Kecilnya rasa kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan serta pelestarian adat maupun budaya. Semestinya hal ini tidak terjadi kalau kita semua mau peduli serta perhatian terhadap adat dan budaya,” tambah Jimmy.

Jimmy juga berharap musyawarah adat dalam mengemban tugas perlu meningkatkan keteladanan, kemampuan dan pengetahuan. Dengan harapan akan dapat menghasilkan pengurus baru yang mampu menguasai adat-istiadat, mengevaluasi serta memunculkan program-program yang lebih baik. Apalagi musyawah adat itu merupakan bentuk ekspresi dari kehendak masyarakat Tomohon untuk berhimpun, bermusyawarah tentang keberadaan adat dan kebudayaan Minahasa. (WAN)

| KanalMetro


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com