ZONAUTARA.COM — Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan, mulai 13 September mendatang, sekolah di DKI Jakarta akan dilaksanakan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Untuk saat ini, pembelajaran masih diberlakukan secara selang-seling.

Menurutnya, 13 September nanti, genap dua minggu pasca pemberlakuan pembelajaran tatap muka selang-seling.

“Nanti dua minggu pertama ini kan siklus 14 hari lewat, [Kalau] aman, tidak ada apa-apa, maka kalau sekarang kan sekolah, sehari dibuka, sehari ditutup. Sekolahnya ni, satu hari anak-anak masuk, sehari disinfektan, selama dua minggu. Lalu minggu ketiga, sekolah mulai buka setiap hari,” kata Nahdiana dalam sebuah webinar, Rabu (01/09/2021).

Meski sekolah dibuka setiap hari, Nahdiana mengatakan, siswa yang masuk akan diatur masuk secara bergantian. Nanti, masing-masing sekolah yang mengatur skemanya.

“Apakah anak-anak kita akan masuk tiap hari? tidak, karena harus bergantian. Bisa saja, katakan yang SD kali ini kelas 6, diatur oleh sekolah, itulah yang kita latih dalam blended learning,” katanya.

Nahdiana juga mengatakan, pihaknya menargetkan semua sekolah di Jakarta akan dibuka untuk PTM terbatas, yakni, sekitar 8.900 sekolah. Sejauh ini, baru 610 sekolah yang menerapkan PTM terbatas.

“Seperti apa syaratnya? Sudah ada di SKB 4 menteri, itulah yang kita tuangkan dalam instrumen kita. Salah satunya adalah izin orang tua,” katanya.

Diketahui, pelaksanaan PTM Terbatas di Jakarta, dilakukan seiring menurunnya level PPKM, dari 4 ke 3.

Sementara, pelonggaran PPKM juga mengizinkan pembelajaran dilakukan dengan tatap muka.