ZONAUTARA.COM — Sejumlah warga menyayangkan aksi vandalisme yang dilakukan di tugu sepatu raksasa yang dipasang dan dipamerkan di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Tugu sepatu yang baru diresmikan 17 September dan akan dipajang hingga 26 September tersebut menjadi sasaran vandalisme. Bagian sebelah kanan tugu penuh dengan coretan.

Mulanya, tugu yang merupakan salah satu merek sepatu brand lokal tersebut memiliki corak warna merah, kuning, coklat, hijau dan didominasi oleh warna putih.

Kini, setelah menjadi sasaran vandalisme, terdapat coretan menggunakan cat berwarna ungu di sebelah kanan tugu. Sementara di sisi sebelahnya masih bersih.

“Saya sih menyayangkan karena tugunya bagus. Sayang banget kalau ada vandalisme. Jadi jangan sampai sih, nggak bagus,” ujar Devina (25) ketika ditemui di area tugu sepatu tersebut, dilansir dari CNNIndonesia

Ferdi (19) yang kedapatan sedang berburu foto dan memanfaatkan tugu sepatu sebagai objek bidikannya, mengatakan bahwa, seharusnya tugu tidak dicoret-coret. Ia sangat menyayangkan aksi merusak keindahan tugu.

“Buat spot foto di Jakarta, buat anak muda, ya bagus sih. Jadi ikon juga buat nambahin stasiun BNI sekarang. Buat foto foto bagus. Jadi jelek ya, karena ini sepatunya udah bagus, buat vandalismenya jadi kurang bagus,” kata Ferdi.

Ferdi berharap coretan pada sepatu dapat segera dihapus agar keindahan dari tugu sepatu kembali seperti semula.

“Ya dihapus sih, biar sepatunya gini aja, lebih original, gak usah pake vandalisme jadi jelek,” ucap Ferdi.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI bersama Jakarta Experience Board (JXB) berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif memasang instalasi atau tugu sepatu raksasa di sejumlah titik di Jakarta.

Plt Kadisparekraf, Gumilar Ekalaya, mengatakan, tugu sepatu Jakarta itu untuk menandai rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta 2021.

Sementara, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif terhadap Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021, yang dicanangkan oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

“Kita menyambutnya dengan turut menggelar instalasi dari para pelaku ekonomi kreatif,” kata Gumilar dalam keterangan tertulis, Kamis (16/09/2021) malam.