ZONAUTARA.COM — Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak peralatan yang bisa kita ringkas dan masuk sekaligus ke dalam ponsel pintar. Berlaku juga untuk buku. Biasanya, kita akan membawa buku tebal ke mana pun. Dengan ponsel pintar, kita cukup membawa satu gawai dan semua buku anda bisa berada di dalamnya.

Perubahan ini juga tentu mengubah gaya membaca masing-masing orang. Yang awalnya membaca di buku cetak, kini banyak yang beralih dengan buku digital. Terlebih lagi ketika pandemi. Banyak pelajaran yang mengalihkan buku cetak menjadi buku digital.

Naomi S. Baron, Professor di Linguistics Emerita, American University, telah mempelajari bagaimana pengaruh pembelajaran dalam buku elektronik dibandingkan dengan buku cetak konvensional. Apakah siswa akan memiliki pemahaman yang sama?

Dalam bukunya yang berjudul “How We Read Now”, jawaban dari pertanyaan tersebut seringkali tidak. Banyak alasan yang menyebabkannya. Seperti fokus yang menurun, banyak distraksi, pola pikir hiburan, dan lain-lain.

Buku cetak vs buku digital

Ia juga menjelaskan bahwa ketika membaca teks yang terdiri dari berates-ratus kata atau bahkan lebih, pembelajaran lebih berhasil dilakukan di atas kertas daripada dilakukan secara digital.

Pembelajar akan lebih mengingat banyak hal mendetail ketika membaca dari buku cetak, termasuk warna atau waktu sebuah peristiwa terjadi.

Sebuah studi telah melakukan survey pada siswa sekolah dasar dan mashasiswa. Mereka merasa akan mendapatkan nilai lebih baik jika belajar dan membaca secara digital, namun, nyatanya, mereka justru mendapat nilai lebih tinggi ketika mempelajari materi dengan buku cetak.

Baron juga melakukan penelitiannya sendiri. Ia menanyakan bagaimana persepsi siswa pada buku cetak. Rata-rata menjawab bahwa belajar dengan buku cetak akan membuat mereka lebih fokus dalam belajar dan mudah mengingat materi daripada belajar dengan buku digital.

Mengapa demikian?

Hal ini terjadi karena sifat fisik kertas itu sendiri. Dengan buku cetak, anda benar-benar melakukan penumpangan tangan dengan buku yang anda baca. Anda juga dapat menikmati secara visual tulisan demi tulisan dan halaman demi halaman yang sedang dibaca.

Di banyak waktu, orang akan menghubungkan ingatan tentang apa yang dibaca dengan sejauh apa buku itu telah dibaca, atau di mana letak halamannya. Maka dari itu, seseorang akan lebih mengingat isi dari buku cetak.

Selain itu, perspektif mental juga berperan banyak di sini. Seseorang yang membaca teks digital memiliki pola pikir seperti ketika mereka biasa bermain media sosial. Sehingga apa yang ia curahkan, termasuk fokusnya, juga hanya sebatas itu.

Sedangkan, seseorang yang membaca buku cetak memiliki perspektif membaca buku dengan pola pikir membaca buku. Sehingga ia lebih mencurahkan fokusnya lebih banyak.