ZONAUTARA.com – Indonesia adalah negara rawan bencana karena kondisi geografisnya. Sepanjang tahun bencana alam terjadi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari banjir, longsor, angin, dan erupsi gunung api.

Terkini erupsi Gunung Semeru pada 4 November 2021 telah menimbulkan korban 14 jiwa meninggal dunia (update 6 November). Upaya penanggulangan dampak erupsi Semeru sedang dilakukan pemerintah.

Indonesia adalah negara yang memiliki gunung api terbanyak di dunia, yakni ada 127 gunung api yang memanjang dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Rangkaian gunung api yang disebut sebagai Ring of Fire ini menjadi ancaman bagi penduduk yang tinggal di sekitar wilayah gunung api tersebut.

Namun keberadaan gunung api ini juga menjadi berkah bagi kesuburan tanah yang menerima material vulkanik dari erupsi gunung api. Sulawesi Utara sendiri punya lebih dari 10 gunung api dalam 3 tipe. Beberapa di antaranya aktif dan sering erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membagi gunung api dalam 3 tipe, yakni:

  • Gunung api Tipe A, berjumlah 76. Gunung api dalam tipe ini merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600.
  • Gunung api Tipe B, berjumlah 30. Merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600.
  • Gunung api Tipe C, berjumlah 21. Merupakan gunung api yang tidak memiliki catatan sejarah letusan, tetapi masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik, seperti solfatara atau fumarole

Berikut peta sebaran gunung api di Indonesia:

(Sumber data diambil dari website PVMBG)




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id