Kongthong: Desa unik di Meghalaya yang berkomunikasi dengan siulan

Siulan unik ini menjadi identitas pribadi yang digunakan oleh keluarga dan masyarakat di desa yang terletak di India ini.

Ronny Adolof Buol
Editor: redaktur
Suasana di Kongthong, Meghalaya. (Foto: citiesstories.in/)

ZONAUTARA.com – Di dunia ini, ada banyak tradisi unik yang diwariskan turun-temurun, tetapi hanya sedikit yang bisa menyaingi keunikan Kongthong, sebuah desa kecil yang terletak di Meghalaya, India.

Desa ini memiliki tradisi luar biasa yang membuatnya berbeda dari tempat lain di dunia: penduduknya tidak hanya menggunakan nama untuk memanggil satu sama lain, tetapi juga menggunakan siulan yang khas. Setiap orang di Kongthong memiliki melodi unik yang menggambarkan identitas mereka, sebuah praktik yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Jingrwai Iawbei: Lagu nenek moyang

Tradisi ini dikenal sebagai Jingrwai Iawbei, yang berarti “lagu nenek moyang.” Setiap ibu di desa Kongthong menciptakan melodi khusus untuk anak mereka saat lahir. Melodi ini menjadi identitas pribadi yang digunakan oleh keluarga dan masyarakat untuk memanggil individu tersebut.

Menariknya, setiap melodi diciptakan dengan unik, sehingga tidak ada dua orang di desa yang memiliki lagu yang sama.

Penduduk desa menggunakan dua versi dari melodi ini: versi pendek yang sering digunakan dalam lingkungan rumah, dan versi panjang yang digunakan ketika seseorang berada jauh, seperti di ladang atau di hutan.

Lihat Sajian Visualisasi Kami:

Hal ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, terutama saat mereka mencari atau memberi tahu keberadaan satu sama lain tanpa perlu berteriak.

Tradisi yang mempererat komunitas

Melodi yang digunakan oleh masyarakat Kongthong bukan hanya sekadar panggilan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya di antara mereka. Melalui siulan, mereka dapat mengenali satu sama lain tanpa perlu melihat secara langsung.

Tradisi ini juga menggambarkan hubungan erat antara manusia dan alam, karena siulan yang dihasilkan berpadu harmonis dengan suara alam sekitar, seperti nyanyian burung dan gemerisik dedaunan.

Selain melodi yang diberikan oleh ibu kepada anaknya, orang-orang di desa juga memiliki nama resmi yang digunakan dalam dokumen administratif. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, mereka lebih sering dipanggil dengan melodi khas masing-masing, menjadikan Kongthong sebagai satu-satunya desa di dunia yang benar-benar “bernyanyi” sepanjang hari.

unik
Suasana di Kongthong, Meghalaya. (Foto: citiesstories.in/)

Pengakuan dunia dan pariwisata

Keunikan Kongthong telah menarik perhatian dunia. Desa ini telah masuk dalam daftar destinasi wisata budaya unik dan bahkan memenangkan penghargaan sebagai Best Tourism Village oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO).

Pemerintah India pun mulai memperkenalkan desa ini kepada wisatawan sebagai destinasi ekowisata yang eksotis, di mana pengunjung dapat mengalami langsung kehidupan masyarakat yang begitu dekat dengan alam.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Kongthong, perjalanan menuju desa ini tidaklah mudah. Terletak di wilayah perbukitan Meghalaya, perjalanan membutuhkan usaha ekstra melalui jalan berbatu dan hutan lebat.

Namun, sesampainya di sana, pengunjung akan disambut dengan keramahan penduduk dan keindahan alam yang luar biasa. Mendengar siulan harmonis yang menggema di antara bukit-bukit hijau akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Kehidupan di Kongthong

Penduduk Kongthong sebagian besar mengandalkan pertanian dan berburu sebagai mata pencaharian utama. Desa ini dikelilingi oleh hutan hujan yang subur, yang menyediakan sumber daya alam melimpah bagi masyarakat. Mereka hidup sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kota modern, tetapi justru itulah yang menjadikan tempat ini begitu damai dan menarik bagi mereka yang mencari ketenangan.

Meskipun dunia modern semakin berkembang, masyarakat Kongthong tetap menjaga warisan budaya mereka dengan teguh. Namun, dengan meningkatnya eksposur wisata dan teknologi, ada kekhawatiran bahwa tradisi bersiul ini akan perlahan-lahan memudar. Oleh karena itu, pemerintah dan organisasi budaya setempat mulai mengambil langkah-langkah untuk melestarikan praktik unik ini agar tetap hidup untuk generasi mendatang.

Kongthong bukan sekadar desa biasa, tetapi sebuah komunitas unik yang mengajarkan kita tentang keharmonisan antara manusia dan alam, serta pentingnya menjaga warisan budaya. Tradisi Jingrwai Iawbei adalah contoh nyata bagaimana musik dan komunikasi bisa berpadu dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman yang benar-benar berbeda, mengunjungi Kongthong akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan. Desa ini bukan hanya sebuah destinasi wisata, tetapi juga cerminan dari keindahan budaya manusia yang patut dihargai dan dilestarikan.

Jika suatu hari Anda berkesempatan ke Meghalaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mendengar melodi-melodi ajaib yang mengisi udara di desa Kongthong.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Pemulung informasi dan penyuka fotografi
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.