ZONAUTARA.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa akhir-akhir ini cuaca begitu cepat berubah, dari pagi yang panas terik tiba-tiba menjadi hujan deras yang berkepanjangan? Mengapa banjir dan tanah longsor semakin sering terjadi, termasuk di daerah Sulawesi Utara?
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda, beserta jawabannya secara singkat namun mendalam.
1. Apa hubungannya perubahan iklim dengan hujan deras yang makin sering?
- Suhu atmosfer yang lebih hangat memicu hujan ekstrem?
Suhu atmosfer yang meningkat akibat pemanasan global membuat udara mampu menampung lebih banyak uap air. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), setiap kenaikan 1°C suhu global berarti sekitar 7% lebih banyak uap air di udara. Semakin banyak uap air, semakin besar pula potensi terbentuknya hujan deras. - Pola sirkulasi udara bisa berubah karena pemanasan global
Perubahan suhu lautan dan atmosfer memengaruhi angin dan arus laut. Ini berdampak pada fenomena seperti El Niño dan La Niña yang secara langsung mengatur pola hujan di Indonesia.
2. Apakah hal ini juga terjadi di Sulawesi Utara?
- Bagaimana tren curah hujan ekstrem di daerah ini?
Data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menunjukkan anomali peningkatan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara. Intensitas hujan ekstrem di Sulut semakin sering terjadi dan memicu banjir maupun longsor. - Apakah perubahan tata guna lahan memperparah situasi?
Ya, pembukaan lahan (misalnya untuk perkebunan atau permukiman) di area perbukitan meningkatkan risiko bencana. Kombinasi curah hujan ekstrem dan berkurangnya tutupan vegetasi memperbesar potensi banjir bandang serta tanah longsor.
3. Mengapa pagi bisa terasa panas lalu tiba-tiba hujan deras?
- Apa yang terjadi di atmosfer pada pagi hari?
Di wilayah tropis, matahari yang terik meningkatkan penguapan di permukaan bumi. Uap air yang naik ke atmosfer membentuk awan konveksi. - Mengapa awan konveksi bisa mendadak menurunkan hujan lebat?
Saat uap air di atmosfer sudah jenuh dan kondisi atmosfer labil, hujan pun turun dengan intensitas tinggi. Proses ini sering berlangsung cepat, sehingga cuaca bisa berubah drastis dalam hitungan jam.
4. Mengapa kita sering mendengar kata “banjir bandang” atau “longsor” akhir-akhir Ini?
- Apakah banjir bandang berbeda dengan banjir biasa?
Banjir bandang terjadi saat debit air tiba-tiba meningkat, biasanya akibat hujan sangat lebat di wilayah hulu sungai. Air bercampur lumpur dan material lain sehingga kecepatan aliran sangat tinggi. Hal ini sangat membahayakan permukiman di sepanjang aliran sungai. - Bagaimana proses longsor bisa terjadi begitu mudah?
Curah hujan ekstrem melembabkan tanah secara cepat. Bila struktur tanah sudah terganggu (misalnya karena penggundulan hutan), tanah menjadi tidak stabil dan mudah longsor.
5. Apa saja langkah mitigasi dan adaptasi yang dapat dilakukan?
- Bisakah kita memprediksi cuaca ekstrem dengan lebih akurat?
Ya, BMKG terus mengembangkan sistem peringatan dini cuaca ekstrem. Anda dapat memantau perkiraan cuaca melalui website resmi BMKG atau aplikasi cuaca, sehingga punya waktu untuk bersiap jika hujan deras diprediksi akan datang. - Bagaimana pentingnya penataan ruang yang tepat?
Menjaga kawasan rawan bencana agar tidak dibangun permukiman dapat mengurangi risiko banjir dan longsor. Penanaman kembali hutan dan rehabilitasi daerah aliran sungai juga membantu menahan laju air saat hujan deras. - Adakah upaya lain yang bisa dilakukan di tingkat masyarakat?
Meningkatkan kapasitas saluran drainase, melakukan penghijauan di sekitar pemukiman, dan rutin melakukan pembersihan saluran air. Selain itu, edukasi tentang perubahan iklim dan cara evakuasi darurat sangat diperlukan.
6. Apa yang sesungguhnya terjadi?
- Apa yang sesungguhnya sedang kita hadapi?
Kita menghadapi perubahan iklim global yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Pemanasan atmosfer dan lautan membuat hujan ekstrem lebih sering terjadi. - Mengapa hal ini penting bagi masa depan?
Fenomena cuaca ekstrem meningkatkan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Dengan memahami penyebab dan cara mengantisipasi, kita dapat mengurangi dampak buruknya.
Semoga dengan rangkaian pertanyaan ini, rasa penasaran Anda terjawab dan Anda makin sadar akan pentingnya melindungi lingkungan, beradaptasi, serta memitigasi dampak perubahan iklim di tingkat lokal maupun global.