ZONAUTARA.com – Saat ini Pemerintah tengah menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis atau medical check-up (MCU).
Program ini mulai berlaku Februari 2025 dan berlangsung di seluruh wilayah Indonesia.
Di media sosial, beberapa waktu ini beredar link atau tautan yang diklaim sebagai akses bagi masyarakat untuk mendaftar mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dari Pemerintah ini.
Namun apakah tautan yang diedarkan tersebut benar adanya?
Narasi yang beredar
Adapun tautan yang diedarkan sebagai akses untuk mendaftar pemeriksaan kesehatan gratis atau MCU itu, terpantau diposting di Facebook oleh akun ini dan ini.
Berikut narasi yang menyertai postingan tersebut, dilihat pada Senin (10/2/2025):
Program Medical Check Up Gratis dari Pemerintah Seluruh Indonesia…
JANGAN LEWATKAN!!!
![[CEK FAKTA] Tautan pendaftaran pemeriksaan kesehatan gratis beredar di media sosial 8 pemeriksaan kesehatan gratis](https://zonautara.com/wp-content/uploads/2025/02/Pemeriksaan-kesehatan-gratis.png)
Pemeriksaan fakta:
Penelusuran terhadap informasi ini sudah dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com
Dari hasil penelusuran, tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.
Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa tautan yang beredar menggunakan tools URL Scan, yang dapat membantu melacak ke mana suatu tautan berlabuh.
Kedua tautan mengarah ke laman pendaftaran yang meminta pengunjung situsnya mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini dan di sini. Tautan yang disebarkan merupakan phishing.
Pasalnya, layanan MCU gratis hanya dilakukan di situs web resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dilansir Kompas.com, pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang ke puskesmas.
MCU gratis dapat dilakukan mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.
Kesimpulan
Tautan pendaftaran MCU gratis dari pemerintah yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
Pendaftaran MCU dapat dilakukan melalui SatuSehat Mobile, WhatsApp Kemenkes, atau datang langsung ke puskesmas.
Tautan yang disebarkan merupakan upaya phishing karena tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.