ZONAUTARA.com — Sebelas organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah di Indonesia pada Selasa, 26 Agustus 2025, secara resmi merilis Mapbiomas Indonesia Koleksi 4.0 di Jakarta. Peta interaktif ini menjadi persembahan istimewa menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, menyajikan rekaman komprehensif dinamika tutupan lahan nasional selama 34 tahun terakhir, dari tahun 1990 hingga 2024.
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan ekologis bangsa, menyediakan alat pengetahuan bersama bagi masyarakat, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dalam memahami serta menjaga keberlanjutan tanah, hutan, air, dan udara.
Dengan pembaruan fitur termasuk 13 kelas tutupan lahan baru dan teknologi Artificial Intelligence (AI), Mapbiomas Koleksi 4.0 diharapkan menjadi instrumen krusial dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan.
Kolaborasi megah ini melibatkan sejumlah organisasi terkemuka seperti Auriga Nusantara, Woods Wayside International (WWI), HAkA (Aceh), HaKI (Sumatera Selatan), GENESIS (Bengkulu), SAMPAN (Kalimantan Barat), SAVE OUR BORNEO (Kalimantan Tengah), GREEN OF BORNEO (Kalimantan Utara), KOMI U (Sulawesi Tengah), MNUKWAR (Papua Barat), dan JERAT (Papua).
Mereka bersatu untuk menghadirkan data lingkungan yang transparan dan mudah diakses. Timer Manurung, Koordinator Mapbiomas Indonesia, menekankan pentingnya inisiatif ini dalam konteks perjuangan kemerdekaan.
“Kemerdekaan tidak hanya soal bebas dari penjajahan, tapi juga soal merdeka menentukan arah pembangunan tanpa mengorbankan hutan dan tanah air kita. Data Mapbiomas ini adalah wujud kedaulatan anak bangsa atas pengetahuan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, setelah delapan dekade kemerdekaan politik, kini saatnya fokus pada kemerdekaan dan keadilan ekologis. Pembaruan signifikan pada Koleksi 4.0 adalah penambahan kelas tutupan lahan menjadi 13, dari yang sebelumnya hanya 11. Dua kelas baru yang ditambahkan adalah pemukiman dan hutan rawa gambut. Ini memungkinkan Mapbiomas untuk menggambarkan dinamika bentang alam Indonesia secara lebih detail, mulai dari hutan belantara hingga area permukiman padat penduduk.
Selama 34 tahun terakhir, data yang terekam dalam Mapbiomas Koleksi 4.0 menceritakan kisah besar perubahan lanskap Indonesia: ekspansi perkebunan, urbanisasi yang pesat, degradasi hutan, serta berbagai upaya perlindungan kawasan penting.
Peta ini memungkinkan semua pihak untuk membaca dan memahami kisah tersebut secara terbuka, menjadikannya kado kemerdekaan ke-80 Indonesia yang berharga untuk kelestarian ekologis. Mapbiomas Indonesia Koleksi 4.0 dirancang agar terbuka, interaktif, dan berbasis teknologi canggih. Peta ini dapat diakses secara gratis oleh siapa saja, mulai dari masyarakat umum, akademisi, pemerintah, pemilik usaha, hingga jurnalis.
Antarmuka pengguna yang lebih ramah memudahkan navigasi data. Selain itu, platform ini memungkinkan pengguna melakukan analisis data secara langsung, menggambar poligon, dan menambahkan data mereka sendiri dalam bentuk shapefile.
Diperkuat dengan tools berbasis Artificial Intelligence (AI), proses analisis spasial menjadi lebih cepat dan presisi tinggi, menjadikannya instrumen pemetaan tutupan lahan tercanggih di Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif global, Mapbiomas Indonesia memanfaatkan citra satelit, machine learning, dan kolaborasi multipihak untuk memetakan dinamika tutupan lahan.



