Reshuffle Kabinet Prabowo: Penggantian Sri Mulyani picu anjlok IHSG dan pelemahan Rupiah

Penggantian Sri Mulyani, meski bagian dari evaluasi kabinet, menimbulkan kekhawatiran atas kontinuitas kebijakan.

Editor: Redaktur
Sri Mulyani Indrawati, (Foto: Getty Images)



ZONAUTARA.com – Hari ini menjadi momen krusial bagi pasar keuangan Indonesia ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle kabinet perdana di Kabinet Merah Putih. Penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa memicu reaksi negatif yang signifikan dari investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dari zona hijau ke merah, anjlok 1,28% ke level 7.766, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke kisaran Rp16.320 per USD. Respons pasar ini mencerminkan kekhawatiran atas hilangnya figur kredibel seperti Sri Mulyani, yang selama ini menjadi jangkar stabilitas fiskal di mata investor global.

Pengumuman Reshuffle yang mengguncang

Pengumuman reshuffle disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara sekitar pukul 15.30 WIB. Selain Sri Mulyani, lima menteri lain terdampak: Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Selain itu, dibentuk Kementerian Haji dan Umrah baru.

Penggantian Sri Mulyani, yang telah menjabat sejak era Presiden Joko Widoyono dan melanjutkan di Kabinet Merah Putih, menjadi sorotan utama. Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya memimpin LPS, dipanggil ke Istana pukul 15.00 WIB.

Meski pengalaman Purbaya di sektor keuangan diakui, ekonom seperti Mohamad Fadhil Hasan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan kekhawatirannya.




“Sri Mulyani dipercaya dunia usaha dan lembaga internasional karena kebijakan fiskalnya yang prudent dan sustainable. Purbaya belum memiliki pengalaman langsung mengelola fiskal nasional, yang bisa memicu persepsi negatif,” ujar Fadhil.

Ini bukan pertama kalinya isu penggantian Sri Mulyani menggoyang pasar. Pada Maret 2025, rumor mundurnya sempat memicu IHSG anjlok 6,12% ke level 6.076, meski akhirnya dibantah. Nostalgia serupa terjadi pada 2010, ketika pengunduran dirinya ke Bank Dunia membuat IHSG turun 3,81%.

Respons Pasar: IHSG anjlok 1,28% ke 7.766

Sebelum pengumuman, IHSG bergerak positif di rentang 7.783–7.935 sepanjang sesi pagi. Namun, pasca-pengumuman, indeks langsung terjun ke zona merah. Data RTI Business mencatat penurunan 1,28% atau sekitar 100 poin, menutup di 7.766. Sebanyak 451 saham melemah, 232 menguat, dan 121 stagnan, dengan nilai transaksi Rp19,45 triliun.

Penurunan ini didorong oleh aksi jual di saham-saham blue chip. Saham bank besar seperti BBCA turun 2,81%, BMRI 3,42%, dan BBRI 1,25%. Sektor keuangan melemah 1,69%, diikuti properti (-1,58%), teknologi (-1,77%), dan infrastruktur (-1,82%). Hanya sektor basic materials yang menguat 1,26%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan, “Dinamika pergantian Sri Mulyani memicu aksi jual karena investor khawatir ketidakpastian kebijakan fiskal. Pasar butuh sinyal kredibilitas dari pengganti.”Indeks LQ45 juga merosot 1,6% ke 786,92.

Volatilitas ini mirip dengan Maret 2025, di mana trading halt diberlakukan setelah penurunan lebih dari 5%. Analis memprediksi pemulihan jangka pendek jika Purbaya segera membangun kepercayaan, tapi volatilitas bisa berlanjut jika sentimen global seperti suku bunga The Fed tetap tegang.

Reshuffle Kabinet Prabowo: Penggantian Sri Mulyani picu anjlok IHSG dan pelemahan Rupiah
IHSG pada penutupan 8 September 2025.

Pelemahan Rupiah ke Rp16.320 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah juga tertekan, bergerak di kisaran Rp16.320–16.378 per USD pada akhir perdagangan, melemah 0,38% dari penutupan sebelumnya (Rp16.320). Ini menjadikannya salah satu hari terburuk bagi rupiah di 2025, dengan depresiasi year-to-date mencapai 5,95%.

Ekonom The Prakarsa, Roby Rushandie, menyebut penggantian Sri Mulyani sebagai pemicu utama. “Sri Mulyani disukai investor global karena jaringannya dalam menarik utang dan investasi. Penggantinya harus cepat membangun kredibilitas, atau financial market seperti rupiah dan obligasi akan anjlok lebih dalam.”

Faktor lain termasuk capital outflow akibat ketidakpastian domestik dan global, seperti tarif dagang AS di era Trump 2.0. Data historis Wise menunjukkan rupiah sempat mencapai level terendah Rp16.968 pada April 2025, tapi rebound ke Rp16.110 pada Agustus.

Hari ini, pelemahan ini memperburuk defisit transaksi berjalan, yang diproyeksikan membengkak di 2025. Bank Indonesia (BI) diharapkan intervensi lebih aktif untuk stabilisasi, tapi analis memperingatkan risiko jika cadangan devisa terkikis.

Reshuffle Kabinet Prabowo: Penggantian Sri Mulyani picu anjlok IHSG dan pelemahan Rupiah
Kurs pada 8 September 2025 sore.

Dampak jangka panjang

Penggantian Sri Mulyani, meski bagian dari evaluasi kabinet, menimbulkan kekhawatiran atas kontinuitas kebijakan. INDEF menekankan, Indonesia tetap menarik untuk investasi berkat fondasi makro yang kuat, tapi ketidakpastian pengganti bisa memperlemah peringkat kredit.

Purbaya, dengan latar belakang LPS, diharapkan fokus pada reformasi fiskal untuk meredam gejolak. Pasar berharap klarifikasi cepat dari pemerintah. Seperti Maret 2025, di mana IHSG rebound 0,98% pasca-bantahan, hari esok bisa jadi titik balik jika sentimen positif muncul.

Namun, dengan faktor eksternal seperti inflasi global dan geopolitik, volatilitas diprediksi bertahan. Reshuffle ini mengingatkan betapa rapuhnya kepercayaan pasar terhadap perubahan kepemimpinan di sektor keuangan. Bagi investor, ini saatnya pantau sinyal dari Purbaya dan BI untuk navigasi ketidakpastian.

Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com