WHO dan UNFPA serukan peningkatan keamanan layanan kesehatan anak di Indonesia

Utamakan keselamatan pasien sejak awal.

Editor: Redaktur
Photo by blankita_ua on Pixabay

ZONAUTARA.com – Pada Hari Keselamatan Pasien Sedunia, 17 September 2025, World Health Organization (WHO) dan United Nations Population Fund (UNFPA) secara bersama-sama menyerukan peningkatan keamanan layanan kesehatan yang mendesak di Indonesia.

Seruan ini secara khusus menyoroti layanan bagi anak-anak, mulai dari bayi baru lahir hingga usia sembilan tahun, dengan mengusung tema “Keselamatan pasien dari awal!”. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan yang melindungi kelompok usia paling rentan dari risiko perawatan medis yang tidak aman.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh data global yang mengkhawatirkan: satu dari sepuluh pasien di seluruh dunia mengalami dampak buruk selama perawatan medis, dan lebih dari tiga juta jiwa melayang setiap tahun akibat layanan kesehatan yang tidak aman.

Di negara berpendapatan rendah dan menengah, angka kematian akibat layanan tidak aman bahkan mencapai empat dari setiap seratus orang, dengan lebih dari 50% kasus sebenarnya dapat dicegah. Anak-anak menghadapi risiko yang lebih besar karena kondisi tubuh mereka yang masih berkembang dan kesulitan dalam mengomunikasikan keluhan, diperparah oleh tantangan seperti protokol keselamatan pediatri yang tidak memadai, lemahnya pengawasan mutu obat, terbatasnya layanan spesialis anak, serta kurangnya keterlibatan anak dan keluarga dalam perawatan, terutama di daerah perkotaan dan pedesaan.

Menanggapi urgensi ini, Dr N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia, menekankan pentingnya mendengarkan anak-anak. “Anak-anak tidak bisa menyampaikan ketika ada keluhan,” katanya. Ia menambahkan, “Akses obat-obatan dan layanan yang aman, efektif, dan bermutu bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar. WHO akan terus mendukung Kementerian Kesehatan dan bekerja sama dengan mitra untuk membangun sistem kesehatan yang kuat, aman, dan adil bagi semua orang, berapa pun usianya.”




Meskipun demikian, Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Antara tahun 2010 dan 2023, peningkatan mutu dan keselamatan layanan kesehatan, termasuk untuk bayi baru lahir dan anak, berkontribusi pada penurunan 39% angka kematian bayi baru lahir dan balita. Selain itu, dari tahun 2010 hingga 2022, angka kematian anak usia 5 hingga 9 tahun berhasil diturunkan lebih dari 32%.

Pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah konkret. Sejak tahun 2006, sistem nasional pelaporan insiden keselamatan pasien telah diterapkan. Pada tahun 2024, Kementerian Kesehatan memperluas kajian kematian ibu dan bayi baru lahir untuk memperkuat akuntabilitas dan perlindungan anak.

Sementara itu, sejak tahun 2022, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberlakukan pengawasan pasar yang lebih ketat serta memperkenalkan persyaratan baru terkait cara pembuatan obat yang baik dan cara distribusi obat yang baik untuk bahan aktif dan bahan tambahan (eksipien).

Untuk melanjutkan capaian ini dan memastikan setiap anak di Indonesia mendapat perawatan yang aman dan bermutu, WHO dan UNFPA mengidentifikasi empat prioritas utama:

Pertama, mengoptimalkan layanan pediatri dengan menerapkan panduan WHO di seluruh tahapan perawatan. Ini mencakup perluasan cek kesehatan di sekolah, khususnya untuk anak-anak usia 5–9 tahun, serta menghubungkannya dengan SATUSEHAT untuk rujukan dan pemantauan guna memperkuat deteksi dini dan tindak lanjut masalah seperti stunting, gangguan penglihatan dan pendengaran, keterlambatan perkembangan, dan kondisi kronis.

Kedua, mengumpulkan dan memanfaatkan data yang lebih baik untuk menghasilkan capaian yang lebih kuat. Sistem pelaporan yang ditingkatkan (enhanced), yang mencakup kajian sistematis penyebab kematian, akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang risiko yang dihadapi anak-anak serta faktor penyebabnya, membantu menunjukkan kesenjangan layanan, menyoroti ketimpangan, mengarahkan alokasi sumber daya, serta membangun budaya pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas.

Ketiga, mewujudkan kekuatan regulasi menjadi layanan yang lebih aman. Kemajuan terbaru dalam cara pembuatan obat yang baik dan cara distribusi obat yang baik, serta pengawasan pasca-edar dan farmakovigilans, harus diimbangi dengan tenaga kesehatan terampil yang memastikan pemberian resep, dosis, dan layanan ramah anak yang tepat. Dengan menyelaraskan pengawasan ketat dengan praktik klinis, Indonesia dapat memastikan setiap anak memperoleh obat dan perawatan yang bukan hanya efektif, tetapi juga aman dan sesuai usia dan kebutuhannya.

Keempat, memberdayakan keluarga sebagai mitra aktif. Dengan membuat fasilitas pelayanan kesehatan lebih ramah anak dan keluarga serta mendorong orang tua untuk mengikuti perkembangan anaknya, memantau pengobatan, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan, perawatan dapat menjadi lebih aman, responsif, dan dipercaya.

Hassan Mohtashami, Perwakilan UNFPA Indonesia, juga menyoroti peran krusial bidan.

“Keselamatan bayi baru lahir sangat terkait dengan kesehatan ibu serta kehamilan dan persalinan yang aman. Dan bidan berperan penting di sini,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Meningkatkan kompetensi bidan akan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi baru lahir di seluruh dunia, dan kita dapat mencapai hal ini melalui pendidikan kebidanan bermutu yang sesuai standar internasional serta pengembangan profesional berkelanjutan bagi bidan.”

WHO dan UNFPA menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung Kementerian Kesehatan dalam memperkuat keselamatan pasien di seluruh Indonesia. Melalui kerja sama dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat memastikan keselamatan pasien sejak awal kehidupan.

TAGGED:
Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com