ZONAUTARA.com – Dalam suasana akademik yang penuh semangat di Aula STIMIK Multicom Kotamobagu, Senin (20/10/2025), Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Kegiatan bertajuk Kuliah Umum yang digelar Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Bolaang Mongondow Raya (FKPTBMR) itu menghadirkan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di BMR.
Hadir pula Rektor STIMIK Multicom, Supit Mamuaya, Kasat Intelkam Polres Kotamobagu IPTU Falery Marendes, para rektor, tokoh pendidikan, serta sejumlah perwira Polres Kotamobagu.
Dalam pemaparannya, Kapolres menegaskan pentingnya membangun sinergi antara aparat penegak hukum dan dunia kampus.
Ia menyampaikan bahwa menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual.
“Ada tiga hal utama yang harus menjadi pegangan kita bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang bisa menciptakan situasi kamtibmas kondusif di lingkungannya,” ujar AKBP Irwanto.
Suasana dialog berlangsung hidup. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar isu sosial dan peran kepolisian dalam menekan angka kriminalitas di wilayah Kota Kotamobagu.
Menanggapi hal itu, Kapolres menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan jajarannya, termasuk melalui peran Satbinmas dan Bhabinkamtibmas dalam mengedukasi masyarakat.
“Kami ingin menegaskan bahwa Polri berkomitmen hadir sebagai mitra masyarakat. Termasuk dalam hal rekrutmen Polri, kami pastikan seluruh prosesnya gratis, tanpa pungutan biaya,” tegas Kapolres disambut tepuk tangan para peserta.
Salah satu mahasiswa peserta dialog, Rahmawati Dako, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini membuka ruang baru bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan aparat keamanan.
“Kami jadi lebih memahami bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal aparat berseragam. Mahasiswa juga bisa ambil bagian, misalnya dengan menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan dan provokasi,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari FKPTBMR kepada Kapolres Kotamobagu sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan dan komitmen Polri dalam memperkuat hubungan dengan dunia pendidikan.
Rahmawati berharap forum tersebut menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Polri dan mahasiswa, dua elemen yang sama-sama memiliki pengaruh besar dalam menciptakan tatanan sosial yang aman, damai, dan berkeadilan di Bolaang Mongondow Raya.

