Investasi hingga pariwisata, faktor non-sektoral yang menopang ekonomi Sulut Triwulan III-2025

Editor: Redaktur
Sejumlah wisatawan mancanegara membeli souvenir di Pelabuhan Pelindo Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (8/12/2024). Kapal pesiar Vasco Da Gama yang membawa sekitar 623 penumpang dari berbagai negara tersebut singgah di Kota Bitung untuk mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di Sulawesi Utara. (Foto: Zonautara.com/Yegar Sahaduta)

ZONAUTARA.com — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) pada Triwulan III-2025 yang mencapai 5,39 persen (y-on-y) tidak hanya didorong oleh sektor-sektor produksi (Lapangan Usaha) utama seperti Industri Pengolahan dan Pertanian. Di balik angka PDRB yang solid tersebut, terdapat “faktor non-sektoral” yang berperan sebagai angin segar dan penyangga aktivitas ekonomi regional.

Dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa gairah investasi, perdagangan luar negeri, dan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi kunci stabilitas ekonomi Sulut.

Modal asing dan domestik tumbuh lampaui target

Dukungan finansial dari para investor, baik asing maupun domestik, menjadi pilar penting. Realisasi investasi di Sulut mencatat lonjakan yang sangat signifikan pada Triwulan III-2025:

• Penanaman Modal Asing (PMA): Naik sebesar 38,36 persen (y-on-y).

• Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Melonjak sebesar 95,15 persen (y-on-y).




Peningkatan investasi yang nyaris mencapai dua kali lipat untuk PMDN ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor lokal terhadap potensi ekonomi Sulut. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa nilai impor barang-barang modal, yang merupakan indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), juga mengalami pertumbuhan masif sebesar 199,00 persen (y-on-y).

Devisa melimpah dari ekspor dan wisatawan

Kinerja perdagangan luar negeri menjadi sumber pertumbuhan PDRB tertinggi dari sisi pengeluaran (Ekspor Luar Negeri menyumbang 5,02%). Hal ini tercermin dari kondisi neraca perdagangan Sulut:

• Neraca Perdagangan Luar Negeri mencatat surplus sebesar US$ 299,27 juta.

Angka surplus ini naik tajam sebesar 88,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y).

Selain ekspor komoditas, sektor jasa juga menyumbang devisa melalui pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Triwulan III-2025 tumbuh signifikan, yaitu sebesar 22,83 persen (y-on-y), yang secara langsung meningkatkan penerimaan dari ekspor jasa.

Aktivitas produksi yang tinggi membutuhkan dukungan infrastruktur dan mobilitas. Beberapa indikator menunjukkan pergerakan positif di sektor ini:

• Pengadaan Semen: Realisasi pengadaan semen di Sulut tumbuh 3,88 persen (y-on-y), yang mengindikasikan adanya peningkatan kegiatan konstruksi.

• Penjualan Listrik: Penjualan listrik tumbuh 3,26 persen (y-on-y), didorong kuat oleh konsumsi listrik dari industri (+14,84%) dan layanan khusus (+9,61%). Ini menegaskan bahwa sektor industri menjadi sangat aktif di triwulan ini.

• Mobilitas Laut: Jumlah penumpang di angkutan laut tumbuh signifikan sebesar 20,57 persen (y-on-y), menunjukkan tingginya pergerakan orang dan barang antar pulau.

Investasi hingga pariwisata, faktor non-sektoral yang menopang ekonomi Sulut Triwulan III-2025
Grafis: BPS Sulut

Konsumsi melalui belanja pemerintah dan event

Konsumsi masyarakat dan pemerintah turut menjadi penyangga yang kuat:

• Bantuan Sosial: Belanja bantuan sosial tumbuh sebesar 37,30 persen (y-on-y). Kenaikan belanja sosial ini membantu menopang daya beli rumah tangga, terutama dalam menghadapi inflasi September 2025 yang tercatat sebesar 1,57% (y-on-y).

• Event Pendorong: Penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional, seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF), North Sulawesi Investment Forum (NSIF), konser musik, dan turnamen olahraga, turut meningkatkan aktivitas ekonomi dan Konsumsi Rumah Tangga.

Faktor-faktor non-sektoral ini berfungsi seperti turbo charger bagi mesin ekonomi Sulut. Tingginya minat investasi dan surplus perdagangan yang besar menjadi sinyal bahwa Sulut tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik, tetapi juga mampu menarik modal dan mengamankan pasar luar negeri.

Dukungan belanja pemerintah melalui bantuan sosial dan aktivitas event juga memastikan permintaan domestik tetap hangat, menciptakan stabilitas yang esensial untuk mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen.

Metafora Ekonomi:

Jika pertumbuhan ekonomi adalah sebuah bangunan, maka faktor Lapangan Usaha (Industri Pengolahan, Pertanian) adalah fondasi dan tiang utamanya. Sementara itu, faktor non-sektoral seperti investasi, surplus perdagangan, dan belanja sosial adalah mesin crane dan pemasok material (Impor barang modal yang tumbuh 199%) yang mempercepat proses pembangunan dan memastikan bangunan tersebut kokoh dan selesai tepat waktu.

Bekerja sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun terakhir. Sebelum mendirikan Zonautara.com bekerja selama 8 tahun di Kompas.com. Selain menjadi jurnalis juga menjadi trainer untuk digital security, literasi digital, cek fakta dan trainer jurnalistik.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com