ZONAUTARA.com — Banjir bandang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Hingga Selasa 6 Januari 2026 pagi, data yang dihimpun menyebut peristiwa ini telah menewaskan sedikitnya 14 orang, dan menyebabkan 4 orang hilang, serta puluhan warga mengalami luka-luka.
Siapa saja yang menjadi korban?
Berdasarkan data dari Polres Kepulauan Sitaro hingga Senin malam pukul 20.52 WITA, berikut daftar 14 korban meninggal dunia:
- Priscila Saol (74), perempuan, ibu rumah tangga, Lindongan II Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan
- Alfian Anise alias Amole (21), laki-laki, Kampung Biau Lindongan II, Kecamatan Siau Timur
- Aleksius Olongsongke, laki-laki, Kampung Peling Sawang
- Silvia Pamondorang, perempuan, Kampung Peling Sawang
- Hermina Maningide (76), perempuan, Kampung Laghaeng (Sanumpito), Kecamatan Siau Barat Selatan
- Raples Kobis (74), laki-laki, Kampung Laghaeng
- Juanita Erlina Bangsa (21), perempuan, Wilayah Siau Timur
- El Kamanangan (4), laki-laki, Wilayah Siau Timur
- Joanita Bangsa, perempuan, Wilayah Siau Timur
- Florensia Bawolje (72), perempuan, Wilayah Siau Timur
- Santi Diamanis (34), perempuan, Wilayah Siau Timur
- Kananta Kairi Kansil (2 bulan), Wilayah Siau Timur
- Fardelin Tamalonggehe, Wilayah Siau Timur
- Swingly Dalending, Wilayah Siau Timur

Siapa lagi yang masih dicari?
Sementara itu, empat orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian:
- Claiton Asriel Tatambihe (2), laki-laki, Kampung Laghaeng
- Rakmon Bangsa, Perempuan, Wilayah Siau Timur
- Adris Pianaung, laki-laki, Wilayah Siau Timur
- Leonal Pianaung, anak laki-laki, Wilayah Siau Timur
Bagaimana kerusakan yang ditimbulkan?
Banjir bandang yang melanda sejumlah kampung di Pulau Siau ini membawa material batu, tanah, dan kayu yang menerjang permukiman warga.
Sejumlah wilayah terdampak parah, terutama di Kecamatan Siau Timur, meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Data sementara mencatat:
- Puluhan warga mengalami luka-luka
- Sedikitnya 26 rumah warga rusak atau hanyut
- Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro turut mengalami kerusakan
- Ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman

Bagaimana upaya penanganan?
Aparat gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta instansi terkait telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, distribusi bantuan, dan pelayanan kesehatan.
Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mengerahkan 204 personel gabungan, terdiri dari unsur Brimob, Samapta, Polair, Dokkes, dan Humas. Personel diberangkatkan dari Manado dan Bitung menuju Sitaro melalui jalur laut pada Senin (5/1/2026).
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan seluruh personel akan bekerja bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Pasukan akan bahu-membahu melaksanakan evakuasi warga, pencarian korban, pendistribusian bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Bagaimana respons Pemerintah Provinsi Sulut?
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik besar-besaran serta sekitar 500 personel gabungan ke Pulau Siau pada Senin (5/1/2026) sore pukul 16.00 WITA.
Pengiriman bantuan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulut, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pangan, TP Posyandu, serta unsur TNI, Polri, dan Marinir.
“Sore ini kurang lebih 500 personel kita berangkat sambil membawa logistik. Harapannya bisa meringankan beban masyarakat di sana,” tegas Yulius.

Bagaimana status bencana?
Menghadapi peristiwa ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, otoritas pelabuhan memastikan pelayaran Manado–Siau masih berjalan normal. Dua kapal, KM Glory Mary dan KM Marina Bay 1, tetap beroperasi, meski satu kapal lainnya masih menjalani perbaikan.
Upaya pencarian korban hilang dan penanganan darurat terus dilakukan, seiring komitmen pemerintah dan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat terdampak banjir bandang di Siau.


