Masyarakat eks Pulau Ruang di Huntap Modisi akan diberi bantuan dana jatah hidup selama tiga bulan

Penulis: David Sumilat
Editor: Redaktur
Deputi Bidang Koordinasi dan Sinkronasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, saat ditemui di Huntap Modisi Bolsel, 13 Februari 2026. (Foto: Zonautara.com/David Sumilat)

ZONAUTARA.com – Masyarakat eks Pulau Ruang yang kini telah bermukim di Hunian Tetap (Huntap) Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, akan mendapat bantuan dana untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi dan Sinkronasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, kepada Zonautara.com, pada Jumat (13/02/2026).

“Yang belum mereka terima adalah jadup atau jatah hidup. Nah jadup ini hanya digunakan untuk tiga bulan,” kata Lilik.

Menutur Lilik, dana jatah hidup tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tiga bulan. Dananya akan disalurkan oleh Kementerian Sosial.

“Hanya saja belum diberikan sekarang karena datanya belum lengkap, belum valid,” ujarnya.




huntap modisi
Warga memindahkan barang dari kendaraan pengangkut saat hari pertama warga penyintas bencana erupsi Gunung Ruang menempati lokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Ruang, di Modisi, Bolsel. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

Untuk nominalnya, Lilik mengaku belum bisa memastikan karena masih dalam tahap validasi.

“Dulu 10 ribu per orang per hari. Tapi mungkin akan ada kenaikan jadi 15 tapi ini belum ditentukan. Karena itu tadi, masih dalam validasi jangan sampai orang sudah meninggal juga kita berikan, nanti akan bermasalah,” ungkapnya.

Menanggapi bantuan dana tersebut, Hendrik Yatahi, salah satu masyarakat eks Pulau Ruang, kepada Zonautara mengaku akan menerima dengan lapang dada. Menurutnya, bantuan itu patut disyukuri, di tengah kondisi mereka saat ini.

“Ya kami terima dan harus disyukuri. Namanya juga bantuan,” singkatnya.

Senada juga dikatakan Anita Sigi, meski menurutnya jatah hidup itu masih di bawah kebutuhan mereka sehari-hari, namun tetap harus diterima.

“Di tengah kebutuhan di sini (hunian tetap -red), yaa.. dicukup-cukupkan saja,” imbuh Anita.

Follow:
Pewarta yang menggeluti jurnalisme data, lingkungan, dan lainnya, telah menjelajahi berbagai aspek jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com