ZONAUTARA.com – Jika Anda membeli sebotol selai pala di Eropa atau minyak atsiri di Jakarta, Anda membayar harga premium. Namun, bila Anda menelusuri jejak uang itu kembali ke Pulau Siau, Anda akan menemukan bahwa petani yang memproduksinya tak merasakan manisnya keuntungan tersebut. Ada “lubang hitam” dalam rantai pasok Pala Siau yang menyedot nilai tambah secara masif sebelum sempat dinikmati oleh pemilik lahan.
Investigasi kami menemukan bahwa pasar Pala Siau dikendalikan oleh segelintir pemain besar. Piet Hein Kuera, mantan Wakil Bupati Sitaro yang kini menjadi petani, secara blak-blakan menyebut nama-nama pemain kunci yang mengendalikan pasar lokal.
“Jumlah mereka bisa dihitung jari seperti Ko Stein, Ko Ronal, dan Ci Uto. Hanya tiga pengusaha itu, mereka yang mengambil dan mengatur semua harga pala,” ungkap Piet.
Struktur pasar ini dikenal sebagai oligopsoni, di mana ribuan petani menjual kepada sedikit pembeli. Akibatnya, petani tidak memiliki alternatif selain menerima harga yang ditentukan sepihak. Selisih harga yang terjadi sangat mencolok. Di tingkat petani harga berkisar Rp 52.000–Rp 68.000, sementara pengepul besar menjual ke eksportir di Manado dengan harga bisa mencapai Rp 125.000 per kilogram.
Kemana larinya selisih harga puluhan ribu rupiah per kilogram itu? Eksportir berdalih biaya tersebut habis untuk logistik dan uji laboratorium yang ketat. Namun, fakta lain yang lebih mengejutkan terungkap: Pemerintah Daerah Sitaro ternyata tidak mendapatkan sepeser pun retribusi dari jutaan dolar nilai ekspor pala yang keluar dari pulau mereka.
Dari wawancara yang kami lakukan, ternyata sejak tahun 2018, Pemerintah Daerah Sitaro tidak lagi menagih retribusi PAD dari distribusi komoditi pala.
Lebih parah lagi, demi mengejar keuntungan volume, terjadi praktik “oplosan” atau mixing. Pala Siau kualitas premium dicampur dengan pala kualitas rendah dari luar daerah, namun tetap dijual dengan label “Pala Siau”. Praktik ini menjadi bom waktu yang mengancam reputasi sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang susah payah didapat.
Siapa yang paling untung dan siapa yang buntung dalam permainan ini? Kami membedah rantai uang Pala Sitaro secara rinci untuk Anda.
Baca laporan mendalam kami berjudul  Rantai Pasok Pala Siau: Siapa Untung, Siapa Buntung? di teras/id/zonautara-com sebagai konten VIP.
Untuk membaca laporan lengkap PARADOKS PAL A SIAU, Anda harus mendaftar dan berlangganan. Ini bukan sekadar cerita tentang pala, melainkan tentang keadilan yang harus diterima petani dan kealpaan pemerintah daerah.


