ZONAUTARA.com – Rapat penandatanganan kontrak pekerjaan jasa konstruksi bidang Bina Marga digelar Kamis (26/03/2026) di aula Dinas PUPR Kotamobagu, menjadi titik awal dimulainya sejumlah proyek fisik peningkatan dan pemeliharaan jalan di Kota Kotamobagu.
Sejumlah paket pekerjaan mulai dijalankan, di antaranya pemeliharaan rutin jalan yang tersebar di wilayah Kotamobagu oleh CV. Dua Putra dengan nilai kontrak sebesar Rp1.098.536.000.
Selain itu, pemeliharaan berkala Jalan Zakaria Imban Tahap 3 yang meliputi Kelurahan Molinow, Kelurahan Mongondow hingga Desa Poyowa Kecil juga dikerjakan oleh perusahaan yang sama dengan nilai kontrak Rp1.246.507.000.
Sementara itu, proyek rekonstruksi atau peningkatan Jalan Ibolian di Kelurahan Gogagoman dipercayakan kepada CV. Berkat Anugerah Bersama dengan nilai kontrak mencapai Rp3.233.557.000.
Kepala Bidang Bina Marga, Haris Momintan, menegaskan bahwa penandatanganan kontrak bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Ia menyebut, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
“Penandatanganan ini menandai dimulainya kegiatan fisik untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik, nyaman, dan layak digunakan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Haris juga menyoroti persoalan klasik yang kerap muncul dalam proyek jalan, yakni kualitas pekerjaan yang sering menjadi sorotan publik.
Ia menegaskan kepada para penyedia jasa agar bekerja sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta mengutamakan mutu pekerjaan guna mencegah kerusakan dini.
“Kami ingatkan kontraktor agar bekerja sesuai standar. Jangan sampai pekerjaan baru selesai, tapi sudah rusak dalam masa pemeliharaan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Dinas PUPR tidak menginginkan proyek dengan nilai miliaran rupiah berujung pada hasil yang mengecewakan.
Di sisi lain, PUPR juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan selama proses pekerjaan berlangsung, sekaligus mengajak publik untuk ikut mengawasi jalannya proyek.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Kami juga berharap masyarakat dapat turut mengawasi agar hasil pembangunan benar-benar optimal,” pungkasnya.


