ZONAUTARA.com – Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memberikan dukungannya terhadap rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu kali dalam seminggu. Kebijakan ini bertujuan untuk menghemat energi di tengah ancaman kelangkaan dan harga energi yang tinggi, terutama bahan bakar minyak.
Alphonzus menilai bahwa program WFH dapat bermanfaat sebagai strategi penghematan energi. Namun, menurutnya, kebijakan ini sebaiknya dilengkapi dengan program stimulus atau insentif guna mendongkrak konsumsi dalam negeri. Ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kondisi global yang tidak menentu.
“Program WFH yang dimaksudkan sebagai salah satu strategi penghematan energi tentunya akan bermanfaat di tengah ancaman kelangkaan dan mahalnya harga energi terutama bahan bakar minyak. Namun, sebaiknya program WFH dibarengi dengan berbagai program stimulus ataupun insentif terutama untuk mendongkrak konsumsi dalam negeri yang juga sebagai salah upaya untuk meminimalkan ketergantungan atas kondisi dan situasi global yang masih tidak menentu,” kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia.
Alphonzus juga menyoroti pentingnya pemerintah memprioritaskan perdagangan dalam negeri untuk meminimalisir dampak konflik di Timur Tengah. Dia mengingatkan bahwa selama pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia relatif lebih baik karena kekuatan perdagangan dalam negeri.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pengumuman kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan imbauan bagi pegawai swasta akan dilakukan sebelum akhir Maret 2026. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengonfirmasi rencana ini dan mengungkapkan kemungkinan pengumumannya pada 31 Maret 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

