ZONAUTARA.com – Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 32 jam dalam rangka peringatan Paskah Ortodoks, namun kesepakatan ini dilaporkan langsung dilanggar oleh Rusia. Kesepakatan tersebut dimulai pukul 16.00 waktu setempat pada hari Sabtu, 11 April 2026, hingga akhir hari Minggu, 12 April 2026.
Mengutip AFP, Komando militer Ukraina menuduh Rusia melanggar gencatan senjata dengan mencatatkan hampir 470 insiden yang melibatkan serangan udara, serangan pesawat tak berawak, dan penembakan. “Kami telah mencatat 469 pelanggaran gencatan senjata,” sebut militer Ukraina melalui akun Facebook-nya pada Sabtu malam.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah memerintahkan gencatan senjata ini setelah usulan pertama kali diajukan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Sementara itu, Zelensky dalam pidatonya menyerukan gencatan senjata yang lebih lama. Ia mengatakan, “Kami telah mengajukan proposal ini kepada Rusia, dan jika Rusia sekali lagi memilih perang daripada perdamaian, ini akan sekali lagi menunjukkan kepada dunia, dan kepada Amerika Serikat, siapa yang sebenarnya menginginkan apa.”
Di wilayah Kursk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, Gubernur Alexander Khinshtein menuduh Kyiv melanggar gencatan senjata dengan serangan drone ke sebuah SPBU di kota Lgov, yang melukai tiga orang termasuk seorang bayi. Sementara warga Kharkiv tetap waspada meski ada pengumuman gencatan senjata.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

