ZONAUTARA.com – Pemerintah memastikan bahwa program Blue Ekonomic atau Ekonomi Biru mampu memberikan manfaat untuk masyarakat pesisir hingga nelayan kecil.
Hendra Yusran Siri, Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, menyebutkan bahwa nelayan kecil bisa mendapat manfaat Ekonomi Biru lewat program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Penangkapan ikan berbasis kuota, (jadi) salah satu strateginya Kampung Nelayan Merah Putih. Kita telah melakukan pendekatan, di Sulawesi Utara ini sudah ada 42 (Kampung Nelayan Merah Putih) yang diusulkan dan semoga ini bisa terwujud,” aku Hendra dalam konferensi pers di gedung CTI-CFF Manado, di sela-sela agenda kunjungan diplomatik bersama sejumlah duta besar lainnya di Sulawesi Utara, Jumat (24/04/2026).
Dia mengungkapkan bawah alasan menjadikan program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai suatu strategi karena telah menjadi upaya untuk meningkatkan infrastruktur kawasan.
“Sekaligus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dalam mengelola dan mengolah hasil tangkapan,” sebut Hendra.
Senada juga dikatakan Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri RI. Ia menuturkan,
Kementerian Luar Negeri tengah menjalin kerja sama yang terbaik untuk mengupayakan laut yang lebih sehat dan tentu saja kerja sama itu harus berlapis.
“Jadi tidak hanya antar pemerintahan, tetapi juga melibatkan pemangku kepentingan lainnya, di antaranya para ahli, akademisi, kemudian pebisnis dan lain-lain. Saya rasa jadi yang lebih dibutuhkan adalah kemitraan yang sifatnya multi dimensional,” ungkapnya.
Diketahui, agenda kunjungan diplomatik mempertemukan para Duta Besar dari lima negara anggota Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF), bersama para Duta Besar dari negara mitra yang selama ini mendukung inisiatif tersebut, berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 23-24 April 2026.
Kunjungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat kerja sama regional serta menegaskan kembali komitmen bersama dalam mendorong tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, sejalan dengan Rencana Aksi Regional (RPOA) 2.0 CTI-CFF.


