ZONAUTARA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat hipertensi tetap menjadi penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan dari Januari hingga Maret 2026. Penyakit tidak menular ini menonjol dalam catatan penyakit di kota industri tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan data tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan Batam menghadapi beban penyakit ganda: menular dan tidak menular, yang dipicu oleh gaya hidup masyarakat. “Kalau kita lihat dari data Januari sampai Maret, hipertensi masih konsisten menjadi penyakit nomor satu. Ini menunjukkan penyakit tidak menular akibat pola hidup masih menjadi tantangan besar,” ujar Didi di Batam, Sabtu (2/5/2026).
Menurut catatan, meskipun ada tren penurunan bulanan, hipertensi tetap berada di peringkat teratas. Selain itu, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan flu biasa berada di posisi berikutnya dengan jumlah kasus gabungan mencapai 7.500 pada Januari, 5.700 pada Februari, dan 4.700 pada Maret.
Hingginya kasus ISPA menurut Didi terkait dengan perubahan cuaca dan daya tahan tubuh yang fluktuatif, sementara dispepsia juga tinggi dengan rata-rata lebih dari 2.500 kasus per bulan. “Tingginya angka dispepsia berkaitan erat dengan pola makan masyarakat yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas, kopi berlebihan, hingga tingkat stres yang tinggi di lingkungan urban,” tambahnya.
Dinkes Batam terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk hipertensi dan diabetes mellitus, masyarakat diminta cek tekanan darah dan gula darah secara berkala di puskesmas. “Masyarakat perlu menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan yang terpenting adalah melakukan deteksi dini agar kondisi kesehatan tetap terkontrol,” tutup Didi.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

