ZONAUTARA.com – Baru-baru ini, insiden serangan drone telah terjadi di beberapa negara Arab, termasuk di Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman. Hal ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz. Seorang pejabat melaporkan bahwa Iran dikabarkan menembakkan rudal jelajah dan menyerang kapal AS di jalur strategis tersebut.
Menurut laporan AFP, serangan di UEA terjadi pada Senin waktu setempat. Sebuah drone menyebabkan kebakaran di salah satu instalasi energi di emirat Fujairah. “Tim Pertahanan Sipil Fujairah segera menanggapi insiden tersebut dan terus berupaya untuk mengendalikannya,” demikian pernyataan dari kantor media Fujairah yang dikutip pada Selasa (5/5/2026). Fujairah merupakan lokasi pelabuhan utama serta jalur pipa minyak ke Selat Hormuz.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa serangan baru dari Iran telah menargetkan wilayah tersebut setelah adanya beberapa peringatan. “Empat rudal jelajah yang diluncurkan dari Iran terdeteksi menuju berbagai wilayah di seluruh negeri,” tambah pernyataan dari kementerian itu. Mereka mengonfirmasi bahwa tiga dari rudal tersebut berhasil dicegat di atas perairan teritorial UEA, sementara satu lainnya jatuh ke laut.
Di Oman, serangan drone mengakibatkan dua orang terluka ketika sebuah bangunan tempat tinggal di Bukha menjadi sasaran. “Sebuah sumber keamanan menyebutkan bahwa bangunan untuk karyawan perusahaan di daerah Tibat, Bukha, terkena serangan, menyebabkan dua ekspatriat mengalami luka sedang,” lapor Kantor Berita Oman.
Sementara itu, pasukan militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal Iran dan menangkal serangan rudal serta drone yang ditembakkan ke kapal-kapal AS dan komersial. “Pasukan AS juga secara efektif terlibat dengan semua rudal dan drone yang ditembakkan,” kata Laksamana Brad Cooper, Kepala Komando Pusat AS.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

