Inggris Kerahkan Kapal Perang dan Jet Tempur di Selat Hormuz

Inggris bergabung dalam misi internasional untuk mengamankan Selat Hormuz, menerjunkan kapal perang dan jet tempur.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Pemerintah Inggris mengumumkan bergabung dalam misi multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz. Menteri Pertahanan John Healey mengungkapkan paket bantuan militer dengan mengerahkan sistem deteksi ranjau laut otonom, kapal tanpa awak, dan jet tempur Typhoon. Misi ini melibatkan lebih dari 40 negara untuk memulihkan kepercayaan di selat besar yang membawa sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Langkah ini didorong situasi tegang akibat blokade Iran sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Sementara itu, AS juga menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Menteri Healey menegaskan, “Bersama sekutu kami, misi ini defensif, independen, dan kredibel.” Kementerian Pertahanan Inggris memastikan misi bersifat murni defensif dengan komitmen dana baru sebesar £115 juta untuk pembelian drone pemburu ranjau dan sistem anti-drone.

Kapal perang HMS Dragon telah dikerahkan ke arah Timur Tengah, didukung oleh kapal RFA Lyme Bay dengan peralatan baru. Sekitar 1.000 personel Inggris sudah berada di kawasan tersebut untuk mendukung operasi. Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi tekanan politik dalam negeri dengan desakan untuk mundur dari banyak anggota Partai Buruh, namun John Healey mendukung sang PM, “Ketidakstabilan lebih lanjut tidak menguntungkan Inggris.”

Dalam pertemuan kabinetnya, PM Starmer memilih memprioritaskan konflik di Timur Tengah. Juru bicara Downing Street menyatakan prioritas pemerintah adalah membuka kembali Selat Hormuz untuk melanjutkan pelayaran internasional. Starmer menyatakan bahwa Inggris menjaga jarak dan tidak membiarkan diri “terseret” lebih jauh ke dalam konflik. Dia juga menegaskan bahwa Inggris tidak mendukung langkah blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pengumuman ini bertepatan dengan gejolak politik Inggris di mana lebih dari 60 anggota parlemen Partai Buruh mendesak Starmer mundur setelah kekalahan pemilu lokal dan regional. Selain itu, ancaman teror meningkat di Inggris dengan status ‘Severe’ menyusul serangan di Golders Green. Perdana Menteri menjanjikan tindakan tegas untuk menghadapi ancaman tersebut.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com