ZONAUTARA.com – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon dalam 24 jam terakhir mencapai 56 orang, dengan 103 lainnya terluka, sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon. Serangan ini telah menambah total korban sejak 2 Maret menjadi 3.213 warga sipil tewas dan 9.737 terluka hingga Selasa (26/5).
Kementerian Kesehatan melaporkan, pada Rabu (27/5), bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel mencapai 3.269 orang, dengan 9.840 lainnya terluka. Pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang 47 kota dan desa di Lebanon selatan dan timur pada Rabu, menurut sumber militer Lebanon.
Serangan udara tersebut menargetkan kota-kota besar seperti Nabatieh dan Tyre, serta beberapa daerah di Lembah Bekaa. Kerusakan parah terjadi pada pusat kesehatan milik Otoritas Kesehatan Islam (Hayaa) di daerah Al-Mashouk dekat kota Tyre.
Pada 16 April, pembicaraan langsung perdana antara Lebanon dan Israel di tingkat duta besar berlangsung di Washington, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata menurut Presiden AS, Donald Trump. Namun, Israel tetap melanjutkan serangan di Lebanon selatan setiap hari.
Gerakan Hizbullah Lebanon melancarkan operasi tempur melawan pasukan Israel sebagai balasan. Beberapa pemukiman perbatasan juga menjadi sasaran tembakan Israel, meski kesepakatan gencatan senjata telah disepakati.
Diolah dari laporan Antara.

