Polisi Kejar Terduga Pembunuh Sekdis Bangkalan di Berbagai Daerah

Polisi masih mengejar terduga pembunuh Sekdis PRKP Bangkalan yang terus berpindah-pindah tempat.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Pencarian terhadap terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), masih berlanjut. Sudah dua pekan berlalu sejak jasad RYS ditemukan dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, namun pelaku berinisial E belum berhasil ditangkap. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Polresta Sidoarjo masih memburu pria tersebut yang diduga menjadi orang terakhir yang bersama korban.

Proses pengejaran menemui tantangan besar karena terduga pelaku sering berpindah-pindah tempat, sehingga polisi harus melacak keberadaannya melalui rekan dan kerabat E. “Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku,” kata AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Penyelidikan menunjukkan bahwa E sering berpindah lokasi dari satu kota ke kota lain, menambah rumit pengejaran. “Banyak titik. Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga,” tambah Jumhur. Sosok E diduga merupakan orang terakhir yang terlihat bersama korban, berdasarkan rekaman CCTV di Bandara Internasional Juanda Surabaya sebelum penemuan mayat RYS.

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, di antaranya luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul, serta indikasi mati lemas. Keluarga korban, melalui kuasa hukum Risang Bima Wijaya, mengkonfirmasi bahwa mereka mengantongi nama terduga pelaku berinisial E yang identitasnya diketahui dari unggahan media sosial dan rekaman CCTV.

Jejak E sempat terlacak di Jawa Tengah, meskipun ia terus berpindah tempat. Terduga pelaku diketahui pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional yang dibubarkan pada 2004. Selain itu, E juga diduga memiliki catatan penipuan dalam berbagai modus. “Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu,” ujar Risang.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com