[CEK FAKTA] Beras diolah dan dicetak dari plastik

cek fakta

Berdasarkan verifikasi Zonautara.com, informasi ini :

ZONAUTARA.com – Dalam beberapa hari terakhir ini beredar video di media sosial yang menarasikan pembuatan beras dari plastik.

Dari beberapa video yang diamati nampak memperlihatkan bahan seperti plastik diolah dan dicetak menjadi butiran serupa beras.

Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta, narasi dalam beberapa video yang beredar tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.

Narasi yang beredar

Adapun video yang mengklaim bahwa beras diolah dan dicetak dari plastik diunggah oleh beberapa akun Facebook, ini, ini, ini, ini, dan ini.

Unggahan video tersebut disertai dengan narasi, yang salah satunya pada Kamis (10/4/2025) menulis seperti ini:

Viral pembuatan beras dari plastik Mohon hati hati ya teman teman

cek fakta
Tangkapan layar video yang diunggah salah satu akun Facebook yang mengklaim pembuatan beras dari plastik.

Pemeriksaan Fakta

Tim Cek Fakta melakukan pengecekan jejak digital video yang beredar tersebut.

Ditemukan bahwa video serupa juga diunggah pada akun TikTok Smartest Workers pada Minggu (6/4/2025).

Keterangan video menyebutkan bahwa pekerja dalam video sedang mendaur ulang plastik menjadi pelet atau butiran plastik berwarna putih.

Dalam video tampak butiran plastik itu dimasukkan dalam karung dan dikemas dalam merek Nimir Chemicals.

cek fakta
Perbandingan gambar video produksi beras plastik yang ternyata adalah proses produksi PA di perusahaan petrokimia asal Pakistan, Nimir Chemicals.

Nimir Chemicals merupakan perusahaan petrokimia yang berbasis di Pakistan.

Butiran putih yang diproduksi dalam video merupakan phthalic anhydride (PA), yang merupakan perantara kimia dalam memproduksi plastik dari vinil klorida.

PA juga dapat dimanfaatkan dalam produksi resin alkil dan resin poliester yang biasa terkandung dalam cat atau pernis, pewarna, pengusir serangga, dan sebagainya.

Sementara, isu beras plastik merupakan hoaks berulang yang telah beredar satu dekade lalu.

Dilansir situs web Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), badan tersebut telah mengadakan pengujian terhadap sampel produk beras yang beredar di Indonesia.
Pengujian beras yang diduga mengandung plastik menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada beras yang diproduksi atau dicetak dari plastik.

Kesimpulan

Narasi yang menyertai video yang diunggah di beberapa akun media sosial mengenai produksi beras plastik merupakan hoaks.

Video yang beredar merupakan pembuatan PA, bahan kimia untuk memproduksi plastik dari vinil klorida dari perusahaan asal Pakistan, Nimir Chemicals.

Isu beras plastik merupakan hoaks berulang yang muncul sejak 2015.

Baca juga Cek Fakta Lainnya :

Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat




WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com