ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara, tidak hanya akan melakukan gerakan pangan murah bersubsidi di tengah meroketnya harga beras, melainkan beberapa langkah lainnya demi stabilitas harga.
Hal itu, sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bolsel, Kasman Djauhari, kepada media ini, Rabu 9 Juli 2025.
Dibeberkannya, selain intervensi harga pangan bersubsidi dari APBD Bolsel, pihaknya, akan kucurkan beras CPPD sekitar 29 ton, bagi masyarakat yang tidak mampu dan terdampak kenaikan harga beras.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan disalurkan ke desa-desa di Bolsel,” ujar dia.
Selain itu, bantuan pangan beras dari pemerintah pusat, juga akan disalurkan. Bantuan berupa beras 10 kg per Kepala Keluarga (KK) untuk bulan Juni-Juli, sehingga per KK-nya mendapatkan 20 kg.
“Bolsel mendapatkan alokasi 5.751 KK, data ini diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos. Dan kami, meminta jadwal pertama penyaluran rencananya pekan depan disalurkan,” papar Djauhari.
Ditambahkannya, saat ini juga pemerintah pusat menyalurkan beras Medium SPHP.
“Penyalurannya, lewat Gerakan Pangan Murah GPM (GPM) difasilitasi oleh Pemkab Bolsel, kios pangan, koperasi Merah Putih, pengecer di pasar rakyat, dan diawasi oleh satgas pangan nasional,” kuncinya.
Dengan sejumlah langkah strategis ini, Pemkab Bolsel menunjukkan keseriusannya untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah ancaman krisis pangan dan inflasi harga komoditas pokok.
***



