ZONAUTARA.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Buruh menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (2/9/2025).
Aksi yang berlangsung tertib ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, bahkan terlihat menjemput perwakilan massa di gerbang kantor gubernur.
“Kami damai, tidak ada anarkis. Kita harus jaga kondusifitas, kita ingin Sulut maju, dan Indonesia damai,” seru orator aksi dari atas mobil komando.
Setelah berkoordinasi, massa kemudian diizinkan masuk ke halaman kantor gubernur. Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menyambut langsung para demonstran.
Dalam orasinya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“Semua Forkopimda, Ketua DPR, Kapolda, saya undang untuk mendengar aspirasi. Kalian sudah mendukung Presiden Prabowo, jangan lupa beliau orang Sulut. Kita doakan beliau tetap kuat memimpin menuju Indonesia Emas. Inflasi kita hari ini nomor tiga terendah di Indonesia, harga bisa kita kendalikan. Pariwisata kita naik 23 persen, meski pertumbuhan ekonomi menurun,” kata Yulius.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Sulut dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertambangan rakyat dan perikanan.
“Darat harus hijau, laut harus biru. Kita punya 73,5 persen wilayah laut, dan sedang upayakan kapal bagi nelayan. Semua aspirasi kami terima. Mari bersama membangun Sulut lebih baik dari hari ini,” tambahnya.
Adapun tuntutan utama buruh dalam aksi damai ini adalah: Berantas pungli menghamat investasi, segera bentuk desk ketenagakerjaanSulut, hapus out soursching dan naikkan upah buruh, pecat pegawai Disnaker makelar kasus, bentuk Satgas PHK Sulut, proses hukum pengusaha yang tidk ikutkan buruh program BPJS Ketenagakerjaan,berantas mafia dan korupsi, stabilkan harga bahan pokok untuk rakyat.


