ZONAUTARA.com — Aktivitas transportasi laut dan udara di Sulawesi Utara pada Juli 2025 mencatatkan tren yang berbeda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menunjukkan angkutan laut mengalami lonjakan penumpang, sementara angkutan udara justru masih tertekan, meski kedatangan penumpang menunjukkan perbaikan.
Angkutan laut: Penumpang tumbuh, bongkar barang anjlok
Jumlah penumpang angkutan laut yang tercatat pada Juli 2025 mencapai 136.639 orang, naik 13,75 persen dibanding Juni 2025 dan melesat 17,95 persen dibanding Juli 2024.
- Penumpang datang: 69.772 orang, naik 16,52 persen m-to-m.
- Penumpang berangkat: 66.867 orang, naik 11 persen m-to-m.
Kenaikan ini memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat melalui jalur laut.
Namun, dari sisi barang, justru terjadi kontraksi. Volume barang yang dibongkar hanya 155,7 ribu ton, turun 30,31 persen dibanding Juni 2025. Sebaliknya, barang yang dimuat mencapai 207,7 ribu ton, naik 17,09 persen dibanding bulan sebelumnya.
Angkutan udara: Kedatangan naik, keberangkatan turun
Transportasi udara mencatat total penumpang 148.939 orang pada Juli 2025, naik tipis 2,58 persen dibanding Juni 2025. Namun, secara tahunan jumlahnya turun 14,84 persen.
- Penumpang berangkat: 72.532 orang, turun 0,57 persen m-to-m.
- Domestik: 62.499 orang.
- Internasional: 10.033 orang.
- Penumpang datang: 76.407 orang, naik 5,75 persen m-to-m.
- Domestik: 65.658 orang.
- Internasional: 10.749 orang.
Jumlah pesawat yang datang ke bandara tercatat 795 unit, naik 0,76 persen m-to-m, tetapi turun 6,25 persen y-o-y. Sedangkan yang berangkat 796 unit, tumbuh tipis 0,89 persen m-to-m.
Di sisi barang, aktivitas bongkar muat masih lesu. Volume barang yang dibongkar 1,97 ribu ton, turun 3,90 persen dibanding Juni 2025, meski tumbuh 0,87 persen dibanding Juli 2024. Barang yang dimuat mencapai 1,08 ribu ton, naik 0,82 persen m-to-m, tetapi merosot 13,39 persen y-o-y.
Transportasi laut menguat, udara melemah
Kondisi transportasi Sulut pada Juli 2025 memperlihatkan kontras. Moda laut terus menguat dengan peningkatan penumpang hampir 18 persen secara tahunan. Sementara itu, angkutan udara meski kedatangan penumpang membaik, masih menghadapi penurunan tajam dibanding tahun lalu, baik dari sisi keberangkatan maupun bongkar muat barang.
Mobilitas masyarakat Sulut lebih banyak bergeser ke jalur laut, sementara jalur udara belum sepenuhnya pulih. Fluktuasi bongkar muat barang, baik laut maupun udara, juga memberi sinyal penting bagi dinamika perdagangan dan distribusi logistik di kawasan ini.


