ZONAUTARA.com – SMK 23 Maret Kotamobagu yang berlokasi di Jalan Ksatria Sampana, Kelurahan Genggulang, Kota Kotamobagu, mendapat bantuan revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan senilai Rp 914.586.000.
Dana tersebut difokuskan untuk merevitalisasi 11 ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kepala SMK 23 Maret, Arwin Nur Mokoginta, saat ditemui Jumat (12/9/2025) menjelaskan, proyek revitalisasi dimulai sejak 15 Agustus 2025 dan akan berlangsung selama 120 hari kerja.
Menurutnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.
“Dengan adanya pembangunan dan rehabilitasi ini, kami berharap proses belajar mengajar di sekolah kami menjadi lebih optimal. Siswa dapat belajar dengan nyaman, tentu juga guru bisa mengajar dengan lebih baik,” ujar Arwin.

Selama pengerjaan proyek, kegiatan belajar hanya memanfaatkan tiga ruang kelas yang masih bisa digunakan. Untuk itu, pihak sekolah meminjam beberapa ruang di Akbid Kebidanan 23 Maret yang berada dalam naungan yayasan yang sama.
Arwin menegaskan, revitalisasi ini dilakukan dengan perencanaan matang dan melibatkan konsultan ahli serta pengawas proyek untuk menjamin kualitas dan keamanan bangunan.
“Koordinasi antara pihak sekolah, konsultan, dan pengawas proyek berjalan lancar, sehingga setiap tahapan pembangunan dapat dipantau secara profesional. Kami berharap dengan fasilitas yang lebih baik, siswa bisa lebih fokus belajar dan hasil pembelajaran meningkat. Ini juga menjadi motivasi bagi guru untuk memberikan pengajaran terbaik,” jelasnya.
Sriyani Asnawi, salah satu Wali Kelas di SMK 23 Maret, mengungkapkan rasa bahagianya atas adanya program revitalisasi tersebut.
“Saya merasa sangat senang dengan adanya revitalisasi ini, karena fasilitas yang memadai tentu akan semakin menarik minat siswa untuk masuk di SMK 23 Maret. Sebagai Wali Kelas jurusan TKJ, saya juga berharap kedepan revitalisasi ini bisa meningkatkan motivasi siswa untuk terus bersekolah, mengingat persaingan antar sekolah di Kotamobagu semakin ketat,” ujar Sriyani.


