ZONAUTARA.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay pada Jumat, 12 September, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sidak tersebut berlangsung di Pasar Tradisional Bersehati, Kota Manado, guna memastikan ketersediaan dan harga beras yang terjangkau bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, Mentan Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Perum Bulog Sulut-Gorontalo (Sulutgo) yang dinilai telah secara masif mendistribusikan beras SPHP ke berbagai lapisan masyarakat.
Pada sidak tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman secara langsung memantau proses penyaluran beras SPHP. Ia menekankan pentingnya program ini dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional.
“Saya mengapresiasi upaya Perum Bulog Sulut-Gorontalo (Sulutgo) yang secara masif menjual beras SPHP kepada masyarakat,” ujar Amran.
Ia juga menegaskan penyaluran beras SPHP harus terus diintensifkan agar seluruh masyarakat dapat menjangkau komoditas pokok ini dengan harga yang telah ditetapkan.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog terus aktif menjalankan program beras SPHP di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan pasokan beras yang melimpah dan stabil di pasar dengan harga terjangkau, yakni Rp58 ribu per kemasan lima kilogram.
Wagub pastikan stok pangan Sulut aman
Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay yang mendampingi Mentan menegaskan bahwa stok pangan di Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami pastikan ketersediaan pangan strategis di daerah ini memadai. Program SPHP bersama Bulog menjadi salah satu upaya penting menjaga stabilitas harga sekaligus ketahanan pangan daerah,” kata Victor.
Ia menambahkan, Pemprov Sulut bersama pemerintah pusat terus memperluas lahan pertanian sekaligus menjaga produktivitas agar pasokan pangan tetap stabil. Dengan adanya dukungan SPHP, masyarakat Sulut tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga beras.
Sementara itu Kepala Kanwil Bulog Sulutgo, Ermin Tora, menjelaskan bahwa beras SPHP telah disalurkan melalui berbagai saluran, termasuk pasar tradisional, ritel modern, dan Rumah Pangan Kita (RPK).
Selain itu, Bulog juga melanjutkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di 15 kabupaten/kota bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas pangan, TNI, dan Polri.
“Program SPHP ini akan terus berjalan hingga akhir 2025. Kami melakukan ini agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati harga beras yang jauh lebih murah ini,” kata Ermin.
Dengan langkah bersama pemerintah pusat, Pemprov Sulut, dan Bulog, diharapkan kestabilan harga beras dapat terjaga, sementara masyarakat tetap dapat mengakses beras berkualitas dengan harga wajar.


