ZONAUTARA.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah bergulir di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyisakan cerita unik.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Kamis (2/10/2025), para siswa SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Bolaang ternyata punya cara kreatif untuk menyampaikan kesan mereka.
Usai menyantap menu yang disajikan, para siswa tak langsung meninggalkan meja makan.
Mereka menuliskan testimoni singkat di potongan kertas, lalu meletakkannya di atas tempat makan kosong.

Dari kertas-kertas sederhana itu, tersusun sebuah mozaik ungkapan yang beragam: serius, kritis, hingga lucu.
“Terima kasih Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,” tulis seorang siswa dengan huruf kapital penuh semangat.
Ada pula yang menuliskan komentar singkat namun jujur, “Makanannya enak, tapi porsinya kurang.”
Tak sedikit yang menyelipkan humor dan usulan soal menu.
“Kalau bisa jangan ayam terus, sesekali nasi goreng,” ujar siswa SMA 1 Bolaang.

Ada pula yang menambahkan permintaan lebih segar, “Buahnya diganti-ganti dong, kalau bisa tambah susu juga,” tulis siswa SMPN 1 Bolaang.
Namun, ada pula catatan kritis yang agak berbeda: “Tidak ada sendok dan air minum,” tulis salah satu siswa.
Yang lain menuliskan permintaan khusus, mulai dari “Ayam lalapan dan nugget,” hingga permintaan yang bikin geleng kepala seperti “Daging A5, jamur truffle, dan kaviar putih.”
Fenomena kecil ini sontak mengundang tawa para guru dan tim pendamping program.
Lebih dari sekadar catatan di atas kertas, suara siswa ini menjadi cermin betapa program MBG diterima dengan antusias sekaligus menumbuhkan ruang dialog.

Yang menarik, potongan-potongan testimoni itu kemudian difoto dan beredar luas di media sosial, terutama Facebook.
Unggahan tersebut langsung mengundang reaksi warganet.
Komentarnya pun beragam, ada yang serius menanggapi, ada pula yang membalas dengan guyonan.
Dan yang paling ramai adalah menanggapi request mewah ala restoran bintang lima.

“Kalau sesuai permintaan anak-anak ini, mulai dari daging A5 sampai kaviar putih, tidak lama yayasan bisa langsung gulung tikar,” tulis seorang netizen dengan emot tertawa ngakak.
Di balik tempat makan kosong itu, tersimpan harapan sederhana, bahwa program makan bergizi gratis bukan hanya memenuhi gizi siswa, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk merasa didengar.


