ZONAUTARA.com — Banyak yang mengira bahwa upaya mencegah stunting adalah tanggung jawab seorang ibu yang mengandung dan melahirkan. Namun kenyataannya, peran suami atau ayah memiliki pengaruh besar dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (KEMENDUKBANGGA) bersama BKKBN terus memperkuat pencegahan stunting melalui kampanye nasional Quick Win.
Program ini mencakup berbagai inisiatif seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan (GATE), AI–SuperApps Keluarga Indonesia, serta Lansia Berdaya (Sidaya).
Seluruh program ini dirancang menjadi gerakan terstruktur yang melibatkan keluarga, komunitas, hingga pemerintah daerah.

Peran ayah sangat menentukan
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Gerakan Ayah Teladan (GATE), yang menekankan pentingnya keterlibatan laki-laki sebagai kepala keluarga dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada ibu. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendampingan keluarga sangat berpengaruh.
“Peran suami atau ayah sangat penting dalam keluarga. Pencegahan stunting bukan hanya tugas ibu, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dalam kerangka program GATE, terdapat beberapa peran kunci yang ditekankan kepada para suami, antara lain:
- Memotivasi istri untuk mengonsumsi makanan bergizi dan minum tablet tambah darah secara rutin selama kehamilan.
- Berbagi beban kerja rumah tangga, sehingga ibu dapat menjalani kehamilan dan pengasuhan dengan lebih sehat.
- Mendukung dan memotivasi istri dalam pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.
Melalui pendekatan ini, GATE mendorong terciptanya budaya baru bahwa ayah memiliki peran strategis dalam memastikan anak lahir dan tumbuh dengan gizi yang memadai.

Bagian dari transformasi ketahanan keluarga
KEMENDUKBANGGA menyebut GATE sebagai bagian dari transformasi kebijakan keluarga modern, di mana ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga figur pengasuh, pendamping, dan pendukung utama kesehatan ibu dan anak
Integrasi GATE dengan program Quick Win diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting secara lebih efektif, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Quick Win juga menjadi momentum memperluas edukasi publik tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai unit terkecil pembangunan.
(Advertorial)


