ZONAUTARA.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban jiwa, seorang bayi laki-laki berusia dua tahun yang diindetifikasi sementara bernama Clayton Azriel Tatambihe, tertimbun lumpur dan material, pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
Korban ditemukan di salah satu rumah di Lingkungan I Sanumpito, Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, setelah pencarian intensif oleh berbagai pihak.
Clayton Azriel Tatambihe sebelumnya dilaporkan hilang bersamaan dengan peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari lalu.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, menjelaskan bahwa Clayton Azriel Tatambihe, berdomisili di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Timur, merupakan salah satu dari warga terdampak bencana banjir bandang.
“Korban ditemukan oleh tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta stakeholder terkait setelah dilakukan pencarian intensif di sejumlah titik terdampak,” ujar Kapolres dalam laporan resminya.
Setelah ditemukan, jenazah balita tersebut segera dibawa untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Sulawesi Utara guna memastikan identitas berdasarkan ciri fisik dan keterangan keluarga.
Meskipun satu korban telah ditemukan, kegiatan pencarian korban lain akibat banjir bandang masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan bersama instansi terkait, mengingat adanya laporan warga yang masih dinyatakan hilang dan terdampak bencana.
Sehingga laporan terkini sudah 17 korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari.
Data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses.
Laporan terkini juga mencatat bahwa 17 orang masih menjalani perawatan di puskesmas, sementara dua korban lainnya telah dirujuk ke Manado untuk penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.
Banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari dan menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba pada pukul 02.30 WITA.
Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan, meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak di dua kelurahan dan enam desa.
Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan.
Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Penemuan Clayton Azriel Tatambihe pada Rabu ini menambah jumlah korban meninggal dunia.
***


