ZONAUTARA.com – Dua kampung di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), akhirnya diberangkatkan ke daerah relokasi di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (10/2/2026).
Ratusan warga ini diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung menggunakan kapal KM Lokongbanua dan KMP Lohoraung milik perusahaan daerah Sitaro menuju Pelabuhan Torosik, Bolsel, setelah hampir dua tahun menunggu di lokasi pengungsian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Bitung.
Sesuai data BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, jumlah keseluruhan warga dari dua kampung mencapai 845 jiwa dari 282 kepala keluarga (KK). Pada kloter pertama, yang berangkat adalah warga Desa Pumpente sebanyak 94 KK atau 217 jiwa, serta Desa Laingpatehi sebanyak 40 KK atau 91 jiwa.
“Total keseluruhan 845 jiwa, 282 KK. Kapal masih akan kembali untuk mengangkut beberapa warga Desa Laingpatehi yang masih menunggu di Rusunawa Sagerat,” kata Asisten Pembangunan dan SDM Sitaro, Eddy Salindeho, Rabu (11/2/2026) kepada Zonautara.com.
Menurut Eddy, setibanya di Pelabuhan Torosik, warga akan langsung diberangkatkan ke Desa Modisi.
“Pemerintah menyediakan truk dan bus langsung ke Desa Modisi,” ujarnya.
Hingga Rabu siang, para pengungsi masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Torosik menggunakan dua kapal feri. Direktur Utama PD Pelayaran Sitaro, Jacson Baginda, menjelaskan kedua kapal tidak diberangkatkan secara bersamaan pada Selasa malam.
“KM Lokongbanua berangkat pukul 21.55 Wita dari Pelabuhan Feri Bitung dan diperkirakan tiba pukul 10.00 Wita. Sedangkan KMP Lohoraung berangkat pukul 00.45 Wita dan diperkirakan tiba pukul 11.45 Wita. Waktu tiba tergantung cuaca dan faktor teknis pelayaran,” kata Baginda.
Letusan Gunung Api Ruang pada April 2024 membuat dua desa, yakni Pumpente dan Laingpatehi, harus dievakuasi sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung. Pulau Ruang dinyatakan masuk zona merah dan rawan bencana susulan.


