Penyintas erupsi Gunung Ruang tiba, disambut hangat warga Bolsel di Dermaga Torosik

Editor: Neno Karlina Paputungan
Suasana kedatangan penyintas Gunung Api Ruang ke Bolsel sebagai daerah lokasi relokasi yang ditetapkan pemerintah, (Foto: Zonautara.com/Marshal Datundugo).

ZONAUTARA.com – Kapal Feri Lokongbanua yang mengangkut penyintas erupsi Gunung Api Ruang akhirnya sandar di Dermaga Torosik, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu (11/2/2026) pukul 11.05 WITA.

Kedatangan ratusan warga dari Pulau Ruang itu disambut langsung Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sejumlah warga Bolsel juga tampak memadati area dermaga menyapa dengan sapaan hangat “Selamat Datang di Bolsel.”

Penyintas erupsi Gunung Ruang tiba, disambut hangat warga Bolsel di Dermaga Torosik
Kapal yang mengangkut penyintas Gunung Api Ruang akhirnya sandar di Dermaga Torosik, (Foto: Zonautara.com/Ronny Buol).

Suasana haru menyelimuti proses penyambutan. Para penyintas yang turun dari kapal terlihat membawa barang seperlunya setelah menempuh perjalanan laut dari Kota Bitung.

Setibanya di pelabuhan, warga langsung diarahkan petugas menuju armada bus dan truk yang telah disiapkan pemerintah. Mereka kemudian diberangkatkan menuju Hunian Tetap (Runtap) di Desa Modisi, yang menjadi lokasi relokasi baru bagi para penyintas.

Sebelumnya, dua kampung di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), resmi diberangkatkan ke daerah relokasi di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Selasa (10/2/2026).




Penyintas erupsi Gunung Ruang tiba, disambut hangat warga Bolsel di Dermaga Torosik
Bus pengangkut warga penyintas Gunung Api Ruang menuju ke lokasi Hunian Tetap (Runtap) di Desa Modisi, (Foto: Zonautara.com/Ronny Buol).

Ratusan warga tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung menggunakan KM Lokongbanua dan KMP Lohoraung milik perusahaan daerah Sitaro, setelah hampir dua tahun menunggu di lokasi pengungsian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Bitung.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, total warga dari dua kampung terdampak mencapai 845 jiwa dari 282 kepala keluarga. Pada kloter pertama, warga yang diberangkatkan berasal dari Desa Pumpente sebanyak 94 KK atau 217 jiwa, serta Desa Laingpatehi 40 KK atau 91 jiwa.

“Asisten Pembangunan dan SDM Sitaro, Eddy Salindeho, menyebut total keseluruhan 845 jiwa, 282 KK. Kapal masih akan kembali untuk mengangkut beberapa warga Desa Laingpatehi yang masih menunggu di Rusunawa Sagerat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setibanya di Pelabuhan Torosik warga langsung diberangkatkan ke Desa Modisi menggunakan armada yang telah disiapkan pemerintah.

Direktur Utama PD Pelayaran Sitaro, Jacson Baginda, menjelaskan dua kapal feri tidak diberangkatkan bersamaan.

“KM Lokongbanua berangkat pukul 21.55 Wita dari Pelabuhan Feri Bitung dan diperkirakan tiba pukul 10.00 Wita. Sedangkan KMP Lohoraung berangkat pukul 00.45 Wita dan diperkirakan tiba pukul 11.45 Wita. Waktu tiba tergantung cuaca dan faktor teknis pelayaran,” jelasnya.

Diketahui, letusan Gunung Api Ruang pada April 2024 memaksa dua desa, yakni Pumpente dan Laingpatehi, dievakuasi permanen sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pulau Ruang ditetapkan masuk zona merah karena dinilai rawan bencana susulan.

Jurnalis yang berdomisili di Bolaang Mongondow dengan fokus liputan pada aktivitas pemerintahan, sosial dan lingkungan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com