ZONAUTARA.com – Deputi Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Lilik Kurniawan meresmikan Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang, Jum’at (13/2/2025). Ia menegaskan pentingnya membangun kembali kehidupan warga secara lebih aman dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Lilik menyampaikan bahwa pembangunan Huntap merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjauhkan masyarakat dari risiko bencana sekaligus memastikan rasa aman yang berkelanjutan bagi keluarga.
“Izinkan saya membuka dan meresmikan Huntap ini. Dalam rangka menjauhkan masyarakat dari bencana, Pemerintah memiliki opsi membangun Huntap secara strategis demi menjamin rasa aman yang berkelanjutan dan masa depan keluarga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan Huntap bukan sekadar membangun fisik rumah (house), melainkan menghadirkan rumah sebagai tempat penuh cinta dan kebersamaan (home). Menurutnya, konsep tersebut menjadi landasan dalam membangun kembali kawasan terdampak dengan prinsip lebih baik, aman, dan berkelanjutan.
“Huntap ini adalah home, bukan sekadar house. Di sinilah keluarga berkumpul, membangun kehidupan baru, bahkan fasilitas seperti dermaga telah disiapkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lilik menegaskan bahwa pembangunan Huntap tidak hanya menghadirkan hunian layak, tetapi juga dilengkapi fasilitas umum yang memadai. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor dan kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan serta penguatan ketangguhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dinilai berhasil menunjukkan kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat terdampak.
Menurutnya, kesiapan operasional Huntap juga menjadi perhatian utama. Fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, tempat ibadah, sekolah, dan puskesmas harus berfungsi optimal. Selain itu, pendampingan kepada masyarakat perlu terus dilakukan, tidak hanya pada saat serah terima, tetapi juga selama masa transisi awal.
“Pemenuhan kebutuhan dasar harus terjamin. Pendampingan masyarakat harus berkelanjutan agar ketangguhan benar-benar terbangun,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, pemerintah berharap pembangunan huntap tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi kuat bagi masa depan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana.


