ZONAUTARA.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keamanan pangan dalam program makan bergizi gratis (MBG) melalui penguatan tata kelola, teknik pemilihan bahan baku pangan, dan proses pengolahan pangan. Hal ini disampaikan oleh Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, dalam acara Food Summit 2026 yang digelar oleh CNBC Indonesia di Jakarta pada 27 April 2026.
Program MBG melibatkan pengawasan terhadap 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia agar standar keamanan pengolahan pangan terpenuhi. Fokus utama program ini adalah memastikan pangan yang disediakan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mendukung program ini dengan target penerima manfaat sebanyak 1,235 juta jiwa dan menyediakan 448 dapur atau SPPG di wilayahnya. Program ini berbasis kecamatan dengan peningkatan koordinasi antara Satgas dan lembaga terkait untuk mengatasi permasalahan di lapangan.
Di sektor swasta, Frisian Flag Indonesia menunjukkan dukungannya terhadap program MBG dengan memastikan keamanan pangan produk susu. Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro, menyatakan, “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan produk susu dari hulu hingga hilir, termasuk mendukung program MBG.”
Frisian Flag bermitra dengan peternak lokal untuk memastikan produk susu diproses dan dikemas dengan standar mutu tinggi dan nilai gizi terjaga. Acara Food Summit 2026 juga menampilkan dialog antara Syarifah Rahma dengan Tigor Pangaribuan, Dadang Supriatna, dan Andrew Saputro, yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

