ZONAUTARA.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi memperingati May Day dengan mengepung kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Aksi ini dimulai sejak pukul 13.40 WIB, ketika massa melakukan long march dari Istora Senayan menuju Gedung DPR/MPR RI.
Para demonstran terlihat membawa berbagai spanduk yang memuat beragam tuntutan mereka. Di antara tuntutan tersebut adalah perjuangan untuk mendapatkan upah dan kehidupan layak dengan menghapus sistem kerja kontrak serta outsourcing. Poster Marsinah juga terlihat di antara kerumunan massa, menandakan penghormatan kepada aktivis buruh tersebut.
Karena aksi yang memenuhi jalur utama, jalan menuju Slipi terpaksa ditutup sementara. Sejumlah elemen massa buruh dari KASBI, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), hingga Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) masih terus menyampaikan orasi mereka.
“Lawan kapitalisme, imperialisme, militerisme. Wujudkan kerja layak, upah layak, hidup layak dengan menghapus sistem kerja kontrak, alih daya (outsourcing), dan magang,” tegas Ketua Umum KASBI, Nining Elitos kepada CNBC Indonesia. Nining juga menuntut pemerintah dan DPR agar segera melahirkan undang-undang yang berpihak kepada buruh serta menghentikan penggusuran tanah rakyat.
Ada pula seruan untuk pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat, menghentikan PHK semena-mena, serta menghentikan teror dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat. Perlindungan bagi buruh migran dan pekerja rumah tangga serta desakan untuk menurunkan harga kebutuhan pokok turut disampaikan. “Lindungi buruh migran dan pekerja rumah tangga, turunkan harga kebutuhan pokok, nasionalisasi aset strategis nasional untuk kepentingan rakyat,” ujar salah satu buruh.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

