Tahlis Gallang resmi dilantik jadi Sekda Sulut, Yulius Selvanus sebut “Panglima Birokrasi”

Penulis: David Sumilat
Editor: Redaktur
Tahlis Gallang resmi menjadi Sekda Provinsi Sulawesi Utara usai dilantik dan diambil sumpah jabatan di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut. (Foto: Dok. Diskominfo Sulut)

ZONAUTARA.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Tahlis Gallang, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara definitif, Senin (4/5/2026), di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut.

Pelantikan tersebut menandai babak baru dalam tata kelola birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulut menyematkan julukan “Panglima Birokrasi” kepada Tahlis, sebagai simbol kepercayaan besar terhadap kapasitas dan pengalaman birokrat senior tersebut dalam memimpin roda administrasi pemerintahan.

Pengangkatan Tahlis Gallang sebagai Sekdaprov Sulut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 41/TPA Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Yulius Selvanus menegaskan bahwa penunjukan Tahlis merupakan keputusan yang tepat, sejalan dengan prinsip the right man in the right place. Menurutnya, rekam jejak panjang Tahlis di dunia birokrasi menjadi modal kuat untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah.

Tahlis Gallang resmi dilantik jadi Sekda Sulut, Yulius Selvanus sebut “Panglima Birokrasi”
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, melantik dan mengambil sumpah jabatan Tahlis Gallang, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara definitif, di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, pada Senin (4/5/2026). (Foto: Dok. Diskominfo Sulut)

Tahlis Gallang dikenal memiliki pengalaman birokrasi yang terbilang langka. Sebelum dipercaya menjabat Sekda Provinsi Sulut, ia telah lebih dulu mengemban posisi Sekretaris Daerah di tiga daerah berbeda, yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.




Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan V Tahun 1997 itu dinilai memiliki kapasitas yang teruji, baik dalam pengelolaan sektor teknis, pembangunan ekonomi, maupun kepemimpinan administratif dan teritorial.

Gubernur juga menitipkan pesan strategis kepada Sekda yang baru agar mampu menjadi penghubung yang solid antara arah kebijakan pimpinan daerah dan implementasi program di lapangan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagai motor penggerak administrasi pemerintahan dan koordinator lintas sektor, Sekda diharapkan senantiasa mengedepankan integritas, profesionalisme, serta kepentingan masyarakat dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

Tak hanya itu, Yulius menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah dan ASN di lingkungan Pemprov Sulut untuk memberikan dukungan penuh kepada Sekda definitif, sekaligus menanggalkan ego sektoral demi percepatan pembangunan daerah.

“Di tengah tantangan yang semakin kompleks, birokrasi harus responsif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Semua elemen pemerintahan harus memiliki mentalitas petarung, fokus pada solusi, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Utara,” tegasnya.

Follow:
Pewarta yang menggeluti jurnalisme data, lingkungan, dan lainnya, telah menjelajahi berbagai aspek jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com