Belajaraya Jakarta 2026: Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Inovasi Digital

Belajaraya Jakarta 2026 kembangkan kolaborasi pendidikan dan inovasi digital di Indonesia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Belajaraya Jakarta 2026 resmi dimulai sebagai bagian dari festival pendidikan yang mengusung tema besar Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia dengan menjadikan festival sebagai ruang kolaboratif antara berbagai Komunitas dan Organisasi Pendidikan.

Pada festival ini, ratusan Pameran Dampak dan puluhan Kelas Belajar turut diadakan. Salah satu sesi penting yang menjadi sorotan adalah Ngobrol Publik. Dalam sesi pertama bertajuk “Green is the New Cool: Belajar dari Gerakan Lingkungan”, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan harus diintegrasikan ke dalam pembentukan karakter bangsa.

“Pendidikan lingkungan memegang peran penting dalam membentuk kebiasaan sejak dini, sehingga setiap individu mampu mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap keputusan,” ujar Jumhur.

Najelaa Shihab, Inisiator Jaringan SMSG, menambahkan bahwa materi lingkungan harus menjadi bagian dari pengalaman belajar yang nyata, bukan sekadar teori tambahan. Pesannya ini sejalan dengan semangat festival yang berfokus pada integrasi ide-ide baik.

Sesi kedua bertajuk “Teknologi untuk Semua: Belajar Tanpa Batas di Era Digital” menyoroti bagaimana teknologi menjadi katalis dalam demokratisasi pengetahuan. Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menekankan peran pendidik sebagai yang tak tergantikan dalam proses pembelajaran.

“Guru tetap menjadi kunci utama. Mereka adalah fondasi kemajuan bangsa, karena di tangan merekalah proses pembelajaran yang bermakna dibentuk,” tegas Prof. Brian.

Belajaraya Jakarta 2026 menggambarkan masa depan pendidikan Indonesia sebagai hasil kerja kolektif antara masyarakat, swasta, dan pemerintah. Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh strategis seperti M. Ridha Hakim dari WWF Indonesia, serta Stefani Herlie dari Canva Indonesia, yang bersama-sama mendiskusikan transformasi pendidikan di era digital.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com