ZONAUTARA.com – Rusia melancarkan serangan bom udara berpemandu di kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 20 lainnya, pada Selasa (5/5/2026). Informasi disampaikan oleh Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov.
Menurut Fedorov, pasukan Rusia menjatuhkan empat bom yang menghantam kawasan permukiman, merusak infrastruktur sipil, termasuk bengkel dan tempat pencucian kendaraan, serta memicu kebakaran di beberapa lokasi, termasuk fasilitas industri.
Serangan paling mematikan juga terjadi di Kramatorsk, wilayah Donetsk, mengakibatkan total korban tewas mencapai 27 orang di sejumlah kota di wilayah timur Ukraina.
Presiden Volodymyr Zelenskiy melaporkan empat korban tewas akibat serangan Rusia. Namun, Gubernur regional Oleksandr Hanzha memperbarui jumlah korban menjadi tiga orang tewas dan 16 terluka, termasuk empat dalam kondisi serius.
Di tengah eskalasi konflik, Rusia mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8–9 Mei, yang bertepatan dengan perayaan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman. Sementara itu, Ukraina mengusulkan gencatan senjata tanpa batas waktu mulai tengah malam Rabu (6/5/2026). Ketegangan internasional meningkat, mendorong desakan untuk kesepakatan damai yang lebih permanen.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

