ZONAUTARA.com – Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/1/2026) pagi pukul 05.00 WIB.
Seluruh jenazah tersebut sebelumnya dipindahkan dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Kepala Bidang Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, mengonfirmasi bahwa saat tiba di lokasi, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum memulai tahapan pemeriksaan.
“Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB,” ujar Andrianto di Palembang.
Ia menjelaskan bahwa proses identifikasi kali ini merupakan tantangan yang cukup sulit, karena kondisi luka bakar pada jenazah. Proses identifikasi meliputi pemeriksaan ciri fisik yang kemudian dilanjutkan dengan rekonsiliasi data medis dengan data primer dari pihak keluarga.
“Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi,” katanya menambahkan.
Polda Sumsel telah mendirikan posko di RS Bhayangkara Palembang untuk memfasilitasi pihak keluarga yang ingin melapor. Keluarga korban diminta segera datang dengan membawa identitas resmi atau data medis pendukung lainnya guna mempercepat proses DVI. Terkait penyerahan jenazah kepada keluarga, kepolisian memastikan akan memberikan perlakuan terbaik hingga identitas terverifikasi secara saintifik.
Adapun hingga saat ini, lima korban meninggal dunia berhasil diidentifikasi, namun masih harus didalami untuk memastikan. Kelima korban yaitu pengemudi truk tangki Seleraya bernama Aryanto (48), warga Lubuklinggau, penumpangnya Martono (47), seorang petani asal Desa Belani, serta tiga korban dari bus ALS, yakni Alif (44) sebagai pengemudi asal Jawa Tengah, dan dua kru bus, Saf (50) dan Maleh (42) dari Medan.
Insiden ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, yang menyatakan bahwa kecelakaan mengakibatkan 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB ketika bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru dan bertabrakan dengan mobil tangki yang melaju dari arah berlawanan. Fokus saat ini adalah mengevakuasi korban dari kendaraan dan memastikan keselamatan penumpang yang terluka.
Diolah dari laporan Antara.

