Program Internship RS Daud Arief Jambi Ditangguhkan Usai Dokter Myta Wafat

Kemenkes hentikan sementara program internship di RSUD KH Daud Arief Jambi setelah kematian dr. Myta Aprilia Azmy. Langkah ini diambil sambil menunggu hasil investigasi lengkap.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara program internship di RSUD KH Daud Arief, Kuala Tungkal, Jambi, setelah meninggalnya dokter internship bernama Myta Aprilia Azmy. “Wahana ini kita freeze, tidak untuk sementara dulu tidak menjadi wahana sampai nanti hasil investigasi hasil keseluruhan keluar,” kata Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5).

Yuli menjelaskan bahwa Kemenkes juga akan mengalihkan seluruh peserta internship dari berbagai fasilitas kesehatan di Kuala Tungkal, termasuk peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDGI). “Seluruh teman-teman internship saat ini kami alihkan terlebih dahulu. Jadi kita tarik semua dari wahana tersebut,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di kesempatan yang sama, menegaskan bahwa akan dilakukan audit medis oleh Majelis Disiplin Profesi terkait kematian dr. Myta. Beliau menggarisbawahi bahwa hasil audit tersebut akan menjadi acuan dalam pemberian sanksi kepada pihak yang terlibat. “Di aturan kita, kalau kita ingin memberikan sanksi itu harus dilakukan audit yang sifatnya medis, tata laksana, profesionalisme, etikanya,” ujarnya.

Temuan awal investigasi Kemenkes menunjukkan bahwa Myta bekerja melebihi jam kerja yang diatur, yaitu lebih dari 48 jam per minggu. Plt Irjen Kemenkes Rudi Supriatna Nata menjelaskan ketentuan jam kerja yang berlaku maksimal adalah 48 jam per minggu “Dokter MMA selama periode Februari-April bertugas di UGD. Masih terdapat jam kerja yang melebih batas ketentuan,” ungkap Rudi.

Rudi juga mengungkapkan adanya dugaan manipulasi jadwal presensi kehadiran dengan menunjukkan bukti percakapan yang mengarahkan peserta untuk mengubah data jadwal agar sesuai dengan aturan. Manipulasi tersebut diduga dilakukan oleh pendamping dokter yang terlibat. “Artinya ini ada instruksi dari Dokter J selaku pendamping ke peserta untuk memanipulasi data,” ujar Rudi.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com