ZONAUTARA.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa permasalahan utama dalam distribusi bantuan sosial (bansos) terletak pada akurasi data penerima. Pada audiensi dengan Bupati Blitar, Rijanto, di Kantor Kementerian Sosial pada Kamis (7/5/2026), Gus Ipul menekankan bahwa data penerima yang tertata baik dapat mempermudah pelaksanaan program sosial. “Selama ini PR-nya di data. Jadi datanya juga harus beres dulu,” ujar Gus Ipul.
Pertemuan dengan pejabat Pemkab Blitar tersebut membahas pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menjamin bantuan tepat sasaran, serta pengembangan Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat. Gus Ipul menyampaikan bahwa pemutakhiran data harus mempertimbangkan desil nasional, regional, hingga lokal. Dalam proses ini, Kemensos bekerja sama dengan BPS untuk menentukan kategori desil dan memetakan penerima program, termasuk PBI JKN dari pemerintah pusat.
Gus Ipul mendorong pejabat daerah seperti Bupati Blitar untuk aktif memeriksa data penerima bantuan. “Pak Bupati harus tahu data dan tahu siapa warga yang dapat bansos, termasuk PBI dari Kemensos. Kalau semisal ada yang tidak berhak, coret saja,” tegasnya. Ia juga menyebutkan tentang metode pemutakhiran data melalui jalur formal dan partisipatif, melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan untuk memastikan basis data yang seragam.
Mensos juga mengingatkan bahwa ketepatan sasaran bantuan bukan hanya soal penerima yang berhak, tetapi juga bagaimana memberdayakan penerima manfaat agar tidak bergantung terus pada bantuan. “Ini waktunya kita berbuat untuk orang lain, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya. Gus Ipul juga menyinggung realisasi bansos di Kabupaten Blitar. Pada tahun 2025, bantuan sosial senilai Rp490,3 miliar telah disalurkan untuk 187.348 keluarga penerima manfaat (KPM).
Bupati Blitar, Rijanto, menyatakan komitmen Pemkab Blitar untuk bekerja sama dengan Kemensos dalam menata program sosial, termasuk usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Meskipun usulan ini terkendala ketersediaan lahan, Rijanto berharap program tersebut dapat difasilitasi lebih lanjut oleh Kemensos, mengingat masih ada anak-anak putus sekolah di Blitar yang memerlukan perhatian.
Diolah dari laporan Tirto.id.

