ZONAUTARA.com – Hasil sementara pemilihan umum di Inggris menunjukkan Partai Reform memperoleh keuntungan besar, sementara Partai Labour mengalami kerugian di basis suara tradisional mereka. Hasil diperoleh dari beberapa wilayah di Inggris, sementara hasil dari Skotlandia dan Wales belum tersedia.
Partai Reform memimpin, memenangkan sebagian besar suara seperti yang terjadi pada pemilihan lokal tahun lalu. Di belakang Reform, Partai Labour, Konservatif, Liberal Demokrat dan Partai Hijau Inggris dan Wales masih mengumpulkan perolehan suara.
Fraktur politik menjadi nyata dengan tak ada satu partai pun yang dominan, sementara suara pemilih terpecah ke lima arah atau lebih. Reform telah memenangkan sekitar sepertiga kursi yang telah diumumkan. Sementara, Labour kehilangan hampir setengah dari kursi yang sedang mereka pertahankan, di mana mereka memiliki kursi terbanyak untuk dipertahankan.
Partai-partai berargumen bahwa pemilu di tengah masa jabatan pemerintah kerap menantang dan bukan indikator masa depan untuk pemilu umum selanjutnya. Namun, Partai Penguasa pada masa lalu tidak mengalami penurunan kursi sebagaimana saat ini dialami oleh Labour, yang mengalami penurunan signifikan.
Di Tameside, Greater Manchester, Labor yang mencoba mempertahankan 17 kursi, kehilangan 16 kursi yang semuanya jatuh ke tangan Reform. Di Wigan, Labour kehilangan 22 kursi yang dianut mereka, semuanya juga direbut oleh Reform. Partai Reform menaikkan perolehan jumlah kursi dewan meski belum banyak menguasai dewan kota secara keseluruhan.
Sementara itu, partisipasi pemilih terbukti lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu lokal sebelumnya, mencapai 43%, meningkat delapan poin dari tahun 2022. Partai Konservatif mengalami kemunduran, posisi yang tidak nyaman sebagai oposisi dua tahun setelah pemilu umum, namun berhasil menahan Labour untuk tidak menguasai Wandsworth di London meskipun mereka tidak mampu mengambil alih.
Diolah dari laporan BBC News.

