ZONAUTARA.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan menindak tegas pengelola sekolah swasta yang masuk dalam program sekolah gratis jika masih memungut biaya dari siswa. Pernyataan ini disampaikan Pramono di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Jakarta Timur, pada Jumat (8/5). Sesuai program, seharusnya tidak ada pungutan biaya bagi siswa di 103 sekolah swasta yang sudah digratiskan.
Pramono menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan mengambil keputusan tegas bila ada sekolah yang menyalahi aturan dengan menarik fasilitas dari siswa. Untuk menyelesaikan polemik pungutan liar ini, Pramono berencana segera memanggil anggota dewan guna menggelar pertemuan resmi.
“Yang pertama untuk sekolah gratis, komisi yang berwenang di DPRD segera akan saya terima secara official. Karena memberikan fasilitas sekolah gratis itu tidak mungkin sendirian oleh pemerintah DKI Jakarta. Jadi harus bersama-sama dengan DPRD,” ujar Pramono.
Pertemuan antara Pemprov dan DPRD DKI Jakarta nanti tidak hanya akan fokus pada evaluasi pelanggaran, tetapi juga mengkaji proyeksi penambahan kuota sekolah swasta gratis untuk periode anggaran berikutnya. Tahun ini, Pemprov menambah 63 sekolah swasta ke dalam program, menjadikan total 103 sekolah yang digratiskan dengan alokasi anggaran Rp253.625.139.600.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan bahwa dari 103 sekolah yang telah disubsidi, proyeksi jumlah peserta didik mencapai 23.694 siswa.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

