ZONAUTARA.com – Raja Charles III bersiap memaparkan agenda pemerintah untuk tahun mendatang pada Rabu nanti, di tengah upaya Sir Keir Starmer mempertahankan posisinya di Downing Street. Divisi dalam Partai Buruh membuat Pembukaan Parlemen oleh Raja digelar dalam kondisi yang tidak biasa.
Meskipun diharapkan mencakup lebih dari 35 rancangan undang-undang tentang imigrasi, NHS, dan reformasi kepolisian, serta rencana untuk menasionalisasi British Steel, keberlanjutan posisi Sir Keir dalam menerapkan hukum yang direncanakan masih menjadi tanda tanya. Hal ini menyusul perpecahan antara kabinetnya dan anggota parlemen dari kalangan belakang setelah mengalami kekalahan telak dalam pemilu pekan lalu.
Sir Keir menyatakan bahwa masyarakat berharap pemerintah dapat “melanjutkan pekerjaan untuk mengubah negara kita menjadi lebih baik”. Ia menambahkan, “Mengurangi biaya hidup, menurunkan daftar tunggu rumah sakit, dan menjaga negara kita aman di tengah dunia yang semakin berbahaya.”
BBC juga memperoleh informasi bahwa dalam pidato Raja tidak tercantum upaya reformasi kesejahteraan tahap kedua setelah sebelumnya gagal akibat pemberontakan massal anggota parlemen Buruh. Partai Konservatif merilis “Pidato Alternatif Raja” berisi rancangan undang-undang versi Oposisi, termasuk pada reformasi kesejahteraan dan ekstraksi minyak di Laut Utara.
Pembukaan negara akan dimulai pada pukul 09:30, di mana pengawal kerajaan akan melakukan pencarian seremonial di ruang bawah tanah Istana Westminster. Ada pula ritual dimana anggota parlemen diambil ‘sandera’ di Istana Buckingham untuk memastikan keselamatan Raja. Prosesi kerajaan akan berlanjut menuju gedung Parlemen, dan Raja kemudian akan menyampaikan pidato biasanya sekitar pukul 11:30.
Diolah dari laporan BBC News.

