ZONAUTARA.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk menggelar ulang final lomba cerdas cermat antar sekolah menengah atas (SMA) di Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil menyusul polemik penjurian yang menjadi viral dan menuai sorotan masyarakat. Ketua MPR, Ahmad Muzani, mengumumkan keputusan ini dalam konferensi pers di kompleks parlemen pada Rabu (23/5).
Muzani menegaskan, “Lomba cerdas cermat (LCC) di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang.” Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ulang lomba ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Muzani belum mengungkap waktu pasti pelaksanaan ulang lomba tersebut.
Untuk menjamin keadilan dalam penjurian, MPR menyatakan bahwa juri dalam final ulang tersebut akan dipilih dari kalangan independen, yaitu akademisi di Kalimantan Barat. “Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” kata Muzani.
Lomba cerdas cermat ini menuai kontroversi setelah pada babak final, terdapat perbedaan nilai yang diberikan kepada kelompok B dan C meskipun memberikan jawaban yang sama. Insiden ini terjadi pada pertanyaan tentang proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Jawaban dari kelompok C diberi nilai negatif oleh juri, sementara kelompok B memperoleh nilai positif dengan jawaban yang sama. Atas insiden ini, pihak MPR menyampaikan permintaan maaf.
Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dalam keterangannya pada Selasa (12/5), mengatakan, “Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini.” Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dewan juri dan sistem lomba cerdas cermat tersebut.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

