Dinas Pendidikan Kotamobagu mediasi polemik seleksi renang O2SN, dua atlet wakili Kotamobagu Barat di Tingkat Kota

Editor: Redaktur

ZONAUTARA.com – Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu akhirnya mengambil langkah mediasi terkait polemik hasil seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang renang tingkat Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Kotamobagu, Hari Massi, menjelaskan bahwa perlombaan yang digelar sebelumnya masih berada di tingkat kecamatan dan belum masuk tahapan resmi tingkat kota/kabupaten. Menurutnya, pelaksanaan tingkat Kota Kotamobagu dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026.

“Lomba kemarin baru tingkat kecamatan, sementara untuk tingkat kota/kabupaten nanti dilaksanakan tanggal 25 Mei. Panitianya juga dibentuk oleh kelompok kerja guru olahraga tingkat kecamatan,” ujar Hari Massi, Kamis 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, persoalan muncul karena adanya hasil seri dalam cabang renang sehingga pihak sekolah dan orangtua atlet datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan dan konfirmasi.

“Kami kemudian melakukan mediasi di kantor. Memang sempat alot karena semua memperjuangkan anak masing-masing. Setelah berdiskusi dengan pelatih dan panitia tingkat kecamatan, akhirnya disepakati bahwa dua atlet akan mewakili Kecamatan Kotamobagu Barat di tingkat kota,” jelasnya.




Hari mengungkapkan, keberatan sempat datang dari pihak SDN 2 Molinow yang mengacu pada petunjuk teknis (juknis). Dalam juknis tersebut terdapat dua poin penilaian, yakni perolehan medali emas, perak dan perunggu serta perhitungan persentase catatan waktu dibandingkan rekor nasional.
Namun, panitia tingkat kecamatan disebut hanya menggunakan poin perolehan medali karena pada pelaksanaan tingkat kecamatan belum dilakukan technical meeting (TM).

“Karena di tingkat kecamatan belum ada technical meeting, mereka langsung melaksanakan lomba. Jadi panitia hanya melihat poin pertama dalam juknis, yakni perolehan medali. Kedua atlet sama-sama memperoleh satu emas dan satu perak,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pada tingkat kecamatan, panitia dan dewan juri bekerja secara mandiri, sementara Dinas Pendidikan hanya berperan sebagai mediator dalam penyelesaian persoalan tersebut.

“Nanti di tingkat Kota Kotamobagu baru kami yang menjadi panitia penuh, mengadakan technical meeting dan seluruh aturan akan diperjelas,” ujarnya.

Menurut Hari, keputusan mengakomodasi dua atlet sekaligus merupakan langkah bijaksana demi memberikan ruang bagi siswa yang memiliki potensi di cabang olahraga renang.

“Kami ingin menampung minat dan bakat siswa. Karena dua anak ini punya potensi di kecamatan, maka kami mediasi agar keduanya bisa masuk tingkat kota. Nanti di tingkat kota mereka akan kembali bertarung mewakili Kotamobagu Barat,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada empat atlet yang berlaga di tingkat kota, masing-masing berasal dari kecamatan yang berbeda. Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Kecamatan Kotamobagu Utara masing-masing mengirim satu atlet, sementara Kecamatan Kotamobagu Barat mengirim dua atlet. Adapun Kecamatan Kotamobagu Timur disebut tidak mengirim peserta. Hari menilai hasil mediasi tersebut sudah menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.

“Saya pikir hasil mediasi kemarin sudah sangat bijaksana. Panitia juga tetap bertahan pada keputusan bahwa keduanya diakomodir,” tambahnya.

Dalam proses mediasi, pihak yang hadir terdiri dari pelatih, panitia, juri dan orangtua atlet. Namun karena situasi sempat memanas akibat adu argumen antarorangtua, mediasi akhirnya difokuskan hanya bersama pelatih, panitia dan juri.

“Karena orangtua sudah saling beradu argumen, saya minta mediasi dihentikan sementara dan orangtua dipersilakan pulang. Kami kemudian mencari solusi bersama pelatih, panitia dan juri agar tidak ada pihak yang dirugikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan akhir terkait atlet yang akan mewakili Kota Kotamobagu ke tingkat provinsi nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan setelah pelaksanaan seleksi tingkat kota.

“Yang mewakili ke provinsi nanti berdasarkan SK Kepala Dinas di tingkat Kotamobagu dan diinput dalam sistem. Jadi seleksi tingkat kecamatan ini sifatnya masih tahap penjaringan,” tutupnya.

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com